Postingan

IT'S OKAY TO NOT BE OKAY

Hmmm, judul kali ini terdengar klasik banget ya.. Tapi memang itu kalimat yang paling bisa mewakili tulisanku kali ini.  Kamu pernah nggak, merasa kalau kamu kuat, kamu bisa, kamu harus berusaha, bahkan berusaha keras, maunya mikir terus, maunya produktif terus, sampai-sampai sebenernya kamu capek, tapi kamu nggak merasa capek. Bahkan..  denial dengan rasa capek itu sendiri? "Loh fir, terus taunya capek gimana? Kan nggak kerasa. Fine fine aja dong" Iya, kita memang merasa biasa saja, tapi ternyata fisik, perilaku, dan mental nggak akan bisa berbohong. Di sini aku akan membahas pengalamanku tentang keraguan pribadi atas dampak kelelahan, dan harapannya bisa membantu kamu yang sedang dalam fase kehidupan yang sama seperti aku bisa menjadi lebih baik. Akupun yakin, ada banyak orang yang mengalami hal serupa, namun mungkin solusi dan pandangannya bisa berbeda-beda.  Setiap orang punya cara masing-masing untuk menghadapi mental breakdown- nya. Ada yang memilih menyendiri, ad...

NICE WOMAN SUPPORT NICE WOMAN

Seringkali kita mendengar istilah “women support women” , tetapi apakah kita benar-benar memahami maknanya? Secara sederhana, itu berarti perempuan saling mendukung satu sama lain dalam berbagai aspek kehidupan, baik karier, kehidupan pribadi, maupun kesehatan mental. Intinya, kita tidak melihat perempuan lain sebagai kompetisi, melainkan sebagai sesama manusia yang dapat berkembang bersama. Namun, satu pertanyaan muncul: apakah kita harus terus mendukung perempuan yang justru merugikan kita dan suka menjelek-jelekkan? Jawabanku : Tidak. Setiap orang, baik pria maupun wanita, harus tahu batasan. Dukungan bukan berarti membiarkan diri kita terluka demi mempertahankan solidaritas semu. Karena mendukung perempuan lain tidak sama dengan membenarkan perilaku tercela, manipulatif, bahkan merusak.  Nah, pertanyaan berikutnya: "K alau gitu, gimana cara tahu mana perempuan yang benar-benar suportif dan genuine?"  Nggak ada jawaban lain selain observasi dan 'nyemplung' langs...

Transformasi Diri - Life Update!

Hai lingkungan baru! Yup, pindah ke lingkungan baru adalah momen yang aku jadikan sebagai titik balik untuk mencoba sesuatu yang belum pernah kulakukan sebelumnya. Sudah ada kurang lebih 2 bulan aku tinggal di lingkungan baruku yang sekarang. Nggak terlalu terasa asing sih, karena ada beberapa saudara dan teman yang tinggal di sini. Ini pertama kalinya aku merasakan jauh dari keluarga inti. Di semester awal perkuliahan aku nggak dibolehin jauh-jauh sama orang tua haha, love my parents . Akhirnya, sekarang aku bisa mengambil pilihanku sendiri untuk menambah pengetahuan dan pengalaman baru. TUKAR Aku pernah berpikir : “Gimana kalau aku jadi ekstrovert?”, “Gimana kalau aku jadi seorang yang lebih peduli dengan orang lain?”, “Gimana kalau aku re-branding diri?” Apakah aku bisa? Di lingkungan sebelumnya, aku cenderung pendiam, bahkan hampir nggak pernah ngomong kalau bukan sesuatu yang penting. Kali ini, aku ingin keluar dari zona nyaman, dan lebih membuka diri untuk membangun ko...

TV VS PUBLIC FIGURE VS PEMERINTAH VS MASYARAKAT

Ketika kita berbicara tentang industri hiburan Indonesia, seringkali kita menemukan kritik mengenai kualitas yang belum optimal. Dalam era digital yang semakin maju, harusnya kualitas industri hiburan kita semakin bagus, namun kenyataanya tidak seperti itu. Kenapa sih industri hiburan kita masih tertinggal dibandingkan negara lain? Apakah televisi, public figure , pemerintah, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan situasi ini? Yuk kita telusuri bersama, kira-kira faktor apa aja sih yang mempengaruhi kualitas industri hiburan Indonesia saat ini? KASUS #1 PROGRAM TV TIDAK MENDIDIK Sudah bukan suatu rahasia umum lagi kalau program-program TV di Indonesia kebanyakan tidak mendidik. Isinya masih seputar gossip artis, acara kehidupan keluarga artis, sinetron cinta-cintaan yang diperankan oleh para minor, sinetron azab, dan program lainnya yang bikin geleng-geleng kepala. Acara-acara seperti ini sering kali menampilkan konflik dan jalan cerita yang dangkal yang berlebihan tanpa adan...

Unspoken Connections

Ada kalanya kita merasa terhubung dengan seseorang, bahkan tanpa interaksi langsung. Bukan karena sering ngobrol, bukan karena kenal dekat, tapi karena kehadirannya selalu terasa ada. Mungkin kamu belum pernah ngobrol, dan nggak punya alasan jelas kenapa dia menarik perhatianmu, tapi setiap kali kalian berpapasan, ada rasa yang sulit dijelaskan. Pertanyaannya mulai muncul : Apakah dia juga merasakan hal yang sama? Apakah dia juga memperhatikan?  Lucunya, kadang kita mencoba mencari pembenaran logis atas perasaan yang sepenuhnya intuitif. Padahal, bisa jadi jawabannya sesederhana ini: dia menatap, karena dia punya 2 mata. Tapi tetap aja, ada semacam tarik-ulur batin. Kamu tahu kamu nggak punya cukup alasan untuk berharap, tapi juga nggak bisa sepenuhnya cuek. Tiap kali kamu berusaha untuk berhenti memikirkan, semesta malah memunculkannya lagi di hadapanmu, dengan cara yang nggak pernah bisa kamu prediksi. Di titik tertentu, kamu mungkin bertanya ke diri sendiri : apa maksud dari sem...

Islam dan Rasionalitas

Pada tulisan kali ini, aku akan membahas topik yang cukup berat. Aku yakin akan ada dari pembaca yang pro ataupun kontra atas topik yang aku tulis kali ini dan aku dapat memahami jika ditemukan adanya perbedaan pendapat. Disini, aku hanya menulis keresahanku terhadap Islam dan meluruskan terhadap pandangan yang salah tentang agama Islam di Indonesia saat ini. Aku juga akan menyertakan hal yang pernah aku pelajari selama 18 tahun tentang dunia Islam, Pengetahuan, dan Kesadaran Diri. Dengan hal itu, pertanyaan "Apakah Islam dan Rasionalitas dapat berjalan berdampingan?" dapat terjawab dengan baik.  "Islam dan Rasionalitas? Mana bisa! Islam itu agama yang sangat tertutup. Kebanyakan umatnya nggak rasional, biasanya suka merendahkan dan nggak adil kepada kaum minoritas. Sudah jelas Islam mematikan rasionalitas umatnya." Hal tersebut sering aku temui ya, dan aku nggak bisa membantah opini ini karena pada faktanya memang betul banyak sekali seorang muslim terutama di Indo...

About Indonesia's Education System

Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk ke dalam negara terbesar dan memiliki populasi terbanyak dalam urutan ke-4 di dunia. Indonesia hidup dengan berbagai budaya yang lahir dari daerah yang beragam tentunya. Sumber Daya Alam yang dimiliki Indonesia pun juga sangat kaya. Namun, tak bisa dipungkiri, untuk kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia masih masuk dalam peringkat paling rendah, bahkan dalam sesama anggota ASEAN. Tentunya hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya sistem pendidikan di Indonesia belum berfungsi secara maksimal. Pendidikan di Indonesia harus segera diperbaiki agar mampu melahirkan generasi yang memiliki keunggulan di bidangnya agar bangsa Indonesia dapat bersaing dengan bangsa lain. Untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia, diperlukan sistem pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman. Indonesia harus menggunakan sistem pendidikan dan pola kebijakan yang tepat karena masa depan suatu bangsa sangat tergantung pada mutu sumber daya m...