@penderma.id
WhatsApp
WhatsApp
Instagram
Instagram
TikTok
TikTok
LinkedIn
LinkedIn
Jembatan Kebaikan #ParaPenderma
Bantu Abah Udin, Penjual Jeli Bertahan Hidup
Bantu Abah Udin, Penjual Jeli Bertahan Hidup
Di usia 83 tahun, ketika seharusnya bisa menikmati masa tua dengan tenang, Abah Udin justru masih berjualan jeli keliling. Setiap siang sebelum jam pulang sekolah, Abah sudah setia menunggu di depan gerbang — berharap dagangannya habis terjual, agar bisa membawa sedikit rezeki pulang untuk anak dan cucu-cucunya
Bantuan Kemanusiaan Untuk Palestina
Bantuan Kemanusiaan Untuk Palestina
Palestina Belum Benar-Benar Merdeka! Meski dunia bersorak menyambut kabar gencatan senjata di awal Oktober 2025, nyatanya kebahagiaan itu belum benar-benar milik rakyat Palestina. Harapan yang sempat tumbuh… kini kembali runtuh bersama dentuman bom yang tak kunjung berhenti.
Ujian Bertubi! Bantu Abah Jamin Berjuang Demi Keluarga
Ujian Bertubi! Bantu Abah Jamin Berjuang Demi Keluarga
Tak banyak yang tahu, di balik tumpukan sampah itu ada perjuangan seorang Abah Jamin, pemulung yang tak pernah lelah demi keluarganya. Setiap hari, Abah berkeliling dari pagi hingga malam mengumpulkan sampah plastik.Hasilnya memang tak seberapa, tapi cukup untuk sekadar membuat dapur tetap berasap meski sering kali hanya dengan lauk seadanya.
Bantu Penuhi Kebutuhan Para Pejuang Nafkah Lansia
Bantu Penuhi Kebutuhan Para Pejuang Nafkah Lansia
Masa tua, pada kenyataannya, tidak menjamin seseorang bisa berhenti mencari nafkah dan hidup layak. Di sekeliling kita, masih banyak lansia yang terus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan makan dan bertahan hidup. Salah satu contoh nyata adalah Abah KardiAbah Kardi yang berusia 94 tahun, tetap berjualan kerupuk demi menghidupi anaknya yang sakit. Rumahnya sering bocor saat hujan turun, dan dia bahkan harus menahan lapar saat berju
Temani Langkah Tua Abah Nono, Agar Tak Lagi Menahan Lapar
Temani Langkah Tua Abah Nono, Agar Tak Lagi Menahan Lapar
Di usia yang sudah sangat senja, Abah Nono (91 tahun) masih harus berkeliling kampung untuk berjualan lap. Setiap hari ia menuntun sepedanya yang penuh dengan dagangan, meski tubuhnya sudah rapuh dan sering kali tak kuat lagi menahan lelah. Pernah suatu kali, ban sepedanya bocor. Dengan napas tersengal, Abah tetap mendorong seped
Berjuang dengan Tangan dan Lutut, Bantu Bu Yaya Bertahan
Berjuang dengan Tangan dan Lutut, Bantu Bu Yaya Bertahan
Website-penderma.id 🌐
Website-penderma.id 🌐
Legalitas – penderma.id✍🏻
Legalitas – penderma.id✍🏻
KONFIRMASI DONASI VIA WHATSAPP
KONFIRMASI DONASI VIA WHATSAPP
View on mobile