Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Simak Video Upacara Detik-Detik Pengibaran Bendera Proklamasi 17 Agustus 2025 HUT ke-80 RI di Istana Merdeka

https://www.youtube.com/watch?v=rwoEI-aorpE

Simak Video Upacara Penurunan Bendera Merah Putih 17 Agustus 2025 di Istana Merdeka Jakarta

https://youtube.com/live/X02rnFK5WOY?feature=share

JAKARTA, KOMPASTV - Rismon Sianipar diperiksa Polda Metro Jaya pada Jumat (22/8/2025).

Ia membawa 2 buku tebal yang merupakan hasil penelitian ilmiah terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Dalam pernyataannya Rismon tak gentar menghadapi pemeriksaan dan menyatakan tidak akan mundur satu inci pun.

"Jadi apapun yang terjadi, saya tidak akan pernah mundur satu inci pun. Basis kita itu ilmiah," tegas Rismon di Polda Metro Jaya.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Produser: Yuilyana

Thumb Editor: Vila

#jokowi #rismon #ijazahjokowi

Baca Juga Foto Bupati Pati Sudewo dengan Aktivis Picu Polemik, Tuntutan Pemakzulan Terus Bergulir | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/613004/foto-bupati-pati-sudewo-dengan-aktivis-picu-polemik-tuntutan-pemakzulan-terus-bergulir-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/613007/kasus-ijazah-jokowi-rismon-bilang-tidak-akan-mundur-satu-inci-pun
Transkrip
00:00Oke, mau dipamerin?
00:30Ya, bertiga, dan itu membantah kesimpulan dari Dirtibidum di Baris Krim bahwa ijasa Joko Widodo itu identik.
00:41Nah, disini kami bantah secara ilmiah, secara teknis, dan secara saintifik ya, bahwa ijasa Joko Widodo tidak identik dengan ijasa-ijasa lainnya, terutama ijasa dari Fronojiwo.
00:56Banyak metode forensik yang kita tuliskan, dan ini di dalamnya ada kode program, ya, kode program bisa direkonstruksi, bisa diuji, ya, di challenge, didiskusikan oleh mereka yang punya kemampuan untuk itu.
01:11Jadi oleh karena itu, kita akan, apa namanya, membuktikan kepada penyidik bahwa kami punya dasar untuk membantah apa kesimpulan dari Baris Krim.
01:21Gitu ya.
01:23Eee, betul, ya, statement dulu ya, nanti ada pertanyaan ya.
01:26Kita, saya gak, apa ya, apapun yang terjadi, saya tidak akan pernah mundur satu inci pun.
01:32Basis kita itu ilmiah, ilmiah, ya.
01:36Jadi, di Indonesia ini hak peneliti itu juga bagian dari hak asasi manusia.
01:41Ya kan, kita berhak untuk meneliti apapun, tanpa harus memperlu otoritas dari kepolisian.
01:47Karena itu merupakan pertanyaan juga pada saat saya diklarifikasi sebelumnya.
01:52Sehingga, berarti masih mendolak kalau disebut dugaannya adalah ujalan kebencian terhadap Pak Jokowi.
01:57Masa kajian ilmiah kebencian hanya karena kesimpulan dari penelitian tersebut tidak menyenangkan Pak Jokowi.
02:04Kita harus di republik kita yang besar ini harus menjamin kebebasan meneliti bagi para peneliti.
02:12Ada lagi sebelum masuk?
02:13Kalau kemudian ini masih tetap diprotes ya, Bang, ya, isi buku Jokowi.
02:16Yang memprotesnya apa?
02:19Yang memprotesnya lewat buku dong.
02:20Masih kan 27 Agustus kita grand lounging.
02:24Kalau ada yang memprotes, ada yang protesnya harus berhadap.
02:27Lewat buku juga, ya.
02:29Cukup ya?
02:30Oke, makasih semuanya.
02:32Assalamualaikum.
02:32Masuk.
02:35Ian, punya antum nanti.
02:36Siapa yang damping?
02:37Ini punya antum.
02:38Enggak ada yang nanya saya, takut apa enggak ya?
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan