Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SUMATERA BARAT, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat, Rabu (17/12/2025) malam.

Kamis (18/12/2025), Presiden dijadwalkan meninjau langsung penanganan bencana di wilayah tersebut.

Lalu, apa makna kedatangan rutin sang presiden? Simak analisisnya bersama Pakar Geologi dan Kebencanaan UGM, Dwikorita Karnawati.

#prabowo #ugm #banjir

Baca Juga Bahas Lapangan Kerja Sektor Informal, Apindo: Pengangguran Terbesar adalah Gen-Z di https://www.kompas.tv/ekonomi/638171/bahas-lapangan-kerja-sektor-informal-apindo-pengangguran-terbesar-adalah-gen-z



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/638180/full-pakar-analisis-makna-kedatangan-presiden-prabowo-di-lokasi-bencana-sumatera-dampak-bagi-warga
Transkrip
00:00dan saat ini kita juga sudah terhubung dengan pakar geologi dan kebencanaan UGM Ibu Dwi Korita
00:13selamat siang Ibu Dwi Korita dengan Bella di studio
00:17selamat siang Mbak Dela assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:21walaikumsalam saudara
00:24Ibu kalau kita melihat bagaimana concernnya Presiden Prabowo
00:27kita lihat Presiden sudah melakukan kunjungan 4 kali ke lokasi bencana ini
00:32apa concern yang ingin disampaikan Presiden terkait dengan kunjungan-kunjungan yang dilakukan oleh Presiden ini
00:40ya pastinya beliau sangat memperhatikan rakyatnya, masyarakatnya yang sedang dalam musibah mendapat bencana
00:56sebagaimana yang diamanahkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
01:02salah satu tujuan negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
01:09jadi tentunya ini hal yang sangat-sangat penting dan kita harus sangat bersyukur dengan hal itu
01:18dan selanjutnya semoga saja dari kunjungan-kunjungan tersebut juga mengakselerasi proses tanggap darurat
01:30barangkali ini sudah selesai menuju ke tahap rehat rekom
01:33jadi dengan terjun langsungnya seorang leader pimpinan tertinggi negara
01:41itu otomatis tentunya akan semakin membangun semangat dan kesungguhan jajaran
01:49yang dipimpin dan juga pihak-pihak terkait
01:53sehingga harapannya tentunya apa yang diharapkan oleh masyarakat
01:57segera dapat pulih kembali itu dapat terwujud
02:01demikian Mbak
02:02Bu Dwi Korita tadi sempat mengatakan soal bagaimana konsen terhadap proses rehab rekon
02:08yang akan dilaksanakan setelah proses tanggap darurat bencananya selesai
02:12nah dalam proses tahapan rehab rekon ini Bu
02:17apa yang harus dipersiapkan dan juga disiapkan oleh jajaran terutama pemerintah pusat
02:22untuk mencegah kemudian terjadi lagi bencana susulan
02:25karena kalau kita lihat ada informasi juga dari jurnalis Kompas TV yang ada di lapangan
02:32bahwa memang situasi cuaca di sana juga masih ada yang hujan
02:35dan dikhawatirkan akan ada banjir-banjir susulan seperti itu Bu
02:38betul sekali jadi kalau ini terus terang nomor satu bencananya ini luar biasa
02:45jadi sebelumnya meskipun sudah ada tsunami Aceh
02:50ini karakteristiknya berbeda lebih kompleks ya
02:53susulan-susulannya akan lebih sering terjadi
02:57kalau tsunami hanya sekali selesai ya
02:59dan sebaran dampaknya itu jauh lebih luas
03:04ada tiga provinsi dan tempatnya sangat berat medannya
03:08sehingga kalau kita berbicara penanggulangan bencana atau sistem manajemen bencana yang biasa
03:15itu kan tahapannya urut nih ya
03:17mulai dari pencegahan kemudian kemitigasi kemudian kesiapsiagaan
03:24kemudian tanggap darurat lalu rehab recon
03:28nah untuk kali ini karena ini luar biasa
03:31beberapa tahap itu perlu dilakukan secara paralel
03:35misalnya saat ini tanggap darurat
03:38tapi juga tetap harus ada tahap mitigasi dan kesiapsiagaan
03:46bahkan pencegahan
03:48jadi tidak hanya memikirkan tanggap darurat saja
03:51misalnya saat tanggap darurat
03:53saat mencari korban
03:55atau saat nanti segera rehab recon
03:57pencegahan bencana susulan tetap harus dilakukan
04:00terus terang yang kami khawatir
04:02sisa-sisa tumpukan sedimen dan kayu-kayu
04:07kadang atau bahkan cukup sering
04:10itu tidak langsung bersih
04:12masih ada di hulu sungai di atas gunung
04:16nah ini harus ada pihak berwenang
04:21yang menginspeksi tersebut
04:23dan membersihkan sisa-sisa tersebut
04:26membersihkannya bagaimana?
04:28misalnya dengan alat berat
04:30misalnya dari balai wilayah sungai PU
04:33atau kalau dengan alat berat medanya sangat sulit
04:36naik ke atas itu tidak mudah
04:38sangat sulit
04:39maka mungkin dengan terkontrol
04:43sengaja dialirkan
04:44dengan kecepatan yang diatur dikendalikan
04:48dan semua dikosongkan di bagian bawah
04:52nah karena kalau tidak dengan sengaja
04:54disudet ya itu kayaknya menyumbat ya
04:57disudet dengan sedikit demi sedikit
05:00dengan pelan-pelan diturunkan
05:02nanti hujan lebat lagi
05:04itu bisa terglontor dengan cepat
05:06dan menimbulkan banjir bandang lagi
05:08ini sebagai contoh bagaimana
05:10beberapa tahap perlu dilakukan paralel
05:13ada tanggap darurat
05:14bahkan mungkin nanti ada rehab rekon
05:16tapi juga tetap harus ada tahap pencegahan
05:19dan mitigasi
05:20dan tentunya mitigasi melalui operasi modifikasi cuaca
05:25itu juga masih perlu
05:28terus perlu digencarkan
05:30dan dalam modifikasi cuaca
05:33itu tantangannya
05:34biasanya awan-awan yang terjadi di puncak musim hujan sangat ini
05:40sangat masif
05:41bisa mulai pagi sampai sore
05:44bahkan bisa berlanjut sampai malam
05:46sehingga modifikasi cuaca itu harus luar biasa
05:51tidak hanya seperti biasanya
05:53karena ini puncak musim hujan
05:55kami pernah melakukan modifikasi cuaca
05:57maksud saya BMKG
05:59pernah melakukan modifikasi cuaca
06:0024 jam
06:02perbank ya dengan pesawat
06:05jumlahnya tidak hanya 1 atau 2
06:08pesawat misalnya untuk 1 lokasi itu 3 gitu ya
06:121 area itu 3
06:13karena terbangnya itu harus silih berganti
06:16sampai 24 jam
06:18itu pernah terjadi
06:20dan tidak hanya sekali
06:22sehingga dalam operasi modifikasi cuaca pun
06:25jangan biasa-biasa saja
06:28karena awan-awannya memang sudah akumulasinya
06:33sangat masif
06:34kami yakin BMKG pasti
06:37sudah sangat paham hal itu
06:39persoalannya
06:40sarana-prasaranannya
06:43jadi bukan berarti kemampuan BMKG-nya
06:46bukan
06:46tetapi
06:47fasilitas pesawatnya
06:49itu juga perlu ditambah
06:51dilipatkan
06:53agar demi melindungi
06:56itu tadi
06:57apa
06:58proses saat tanggap darurat
07:00sampai rehat rekon
07:01karena kalau terus hujan
07:03dengan cuaca yang
07:04membahayakan
07:05itu juga
07:06juga tidak bisa bekerja
07:08dan membahayakan
07:09sehingga poinnya
07:11perlu lipat
07:13dari bencana yang biasa
07:15effortnya itu
07:16perlu lipat kali
07:18dari bencana yang biasa
07:20karena
07:20kondisi kompleksitas
07:22dan beratnya medan
07:24dan bencananya yang
07:25susul-menyusul
07:26masih bisa terjadi
07:28demikian Mbak
07:29berarti memang effort
07:30atau usaha
07:32dan kerja yang dilakukan
07:34harus secara simultan
07:35harus berlipat-lipat lagi
07:38karena tadi
07:38seperti yang dikatakan
07:39oleh Bu Dwi Korita
07:40ini kalau
07:41sudah di akhir tahun
07:43ada banyak sekali
07:43permasalahan
07:44termasuk juga
07:45BMKG sudah mengatakan
07:46ada siklon-siklon baru
07:47yang terbentuk
07:48di beberapa
07:49hari belakangan ini
07:50Ibu
07:51terima kasih banyak
07:52atas obrolannya
07:53siang hari ini
07:54di Breaking News Kompas TV
07:55Ibu Dwi Korita Karnawati
07:57pakar geologi
07:57dan kebencanaan UGM
07:58selamat beraktivitas kembali
08:00terima kasih
08:00dan salam sehat Ibu
08:01terima kasih
08:02selamat siang
08:03terima kasih
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan