- 2 hari yang lalu
- #saham
- #bank
- #bankdigital
JAKARTA, KOMPAS TV Tahun 2025 tampaknya bukan menjadi tahun terbaik bagi sektor perbankan yang melantai di bursa saham.
Namun sebaliknya, saham bank digital justru hampir seluruhnya menghijau, bahkan sebagian mencatat kenaikan hingga ratusan persen sepanjang 2025.
Lalu apa yang membuat saham-saham big banks terperosok tahun ini dan kemudian perlahan bangkit selama sepekan terakhir? Akankah secara kinerja bisa melampaui bank digital?
"Sebenarnya kalau dari sisi investor, concern ke big banks itu kalau tahun ini lebih ke sisi laba. Karena kalau kita lihat sampai laporan keuangan kemarin pun, beberapa laporan keuangan tidak terlalu bagus, bahkan negatif," ujar Kepala Riset Panin Sekuritas, Nico Laurens dalam Program Kompas Bisnis KompasTV, Senin (22/12/2025).
Baca Juga CEO Edvisor Bongkar Penyebab Saham Bank BUMN Masih Loyo Meski IHSG Cetak Rekor All Time High di https://www.kompas.tv/ekonomi/629406/ceo-edvisor-bongkar-penyebab-saham-bank-bumn-masih-loyo-meski-ihsg-cetak-rekor-all-time-high
#saham #bank #bankdigital
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/638951/full-saham-big-banks-vs-bank-digital-siapa-juara-di-tahun-2025
Namun sebaliknya, saham bank digital justru hampir seluruhnya menghijau, bahkan sebagian mencatat kenaikan hingga ratusan persen sepanjang 2025.
Lalu apa yang membuat saham-saham big banks terperosok tahun ini dan kemudian perlahan bangkit selama sepekan terakhir? Akankah secara kinerja bisa melampaui bank digital?
"Sebenarnya kalau dari sisi investor, concern ke big banks itu kalau tahun ini lebih ke sisi laba. Karena kalau kita lihat sampai laporan keuangan kemarin pun, beberapa laporan keuangan tidak terlalu bagus, bahkan negatif," ujar Kepala Riset Panin Sekuritas, Nico Laurens dalam Program Kompas Bisnis KompasTV, Senin (22/12/2025).
Baca Juga CEO Edvisor Bongkar Penyebab Saham Bank BUMN Masih Loyo Meski IHSG Cetak Rekor All Time High di https://www.kompas.tv/ekonomi/629406/ceo-edvisor-bongkar-penyebab-saham-bank-bumn-masih-loyo-meski-ihsg-cetak-rekor-all-time-high
#saham #bank #bankdigital
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/638951/full-saham-big-banks-vs-bank-digital-siapa-juara-di-tahun-2025
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Intro
00:00Saudara sudah memasuki awal pekan saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Yian Rahman
00:18dan Kompas Bisnis hari ini akan membahas soal market tentunya
00:21dan ini yang dibahas yaitu saham Big Banks versus Bank Digital
00:25siapa juara aja di tahun ini di tahun 2025
00:28dan saudara tahun 2025 tampaknya memang bukan tahun yang terbaik bagi sektor perbankan yang melantai di bursa saham
00:37tak terdengar ada kabar bullish dari bank-bank besar seperti BBRI, BMRI, BBNI dan juga BBCA
00:44namun kebalikan justru Bank Digital hampir semua menghijau bahkan ada yang mencapai ratusan persen hingga akhir 2025
00:53mengapa Big Banks dengan profit dan market cap yang jauh lebih besar bisa tersungkur dibanding bank digital
01:00sebelumnya kita lihat dulu kinerja saham Big Banks panjang tahun 2025 berikut ini
01:07nah ini dia kinerja saham Big Banks di tahun 2025
01:12yang memang ini terjun bebas selama tahun ini dengan penurunan terbesar terjadi pada Bank Sentral Asia
01:18atau BBCA ini terjun 18,69 persen
01:24sementara itu saudara kalau kita lihat di sisi lainnya ada BBRI atau Bank Rakyat Indonesia
01:31disini juga turun 10,45 persen di tahun berjalan di tahun ini di tahun 2025
01:37Bank Mandiri juga turun 11,54 persen dan BNI juga turun 5,45 persen
01:46nah kalau ini merupakan kinerja saham Big Banks selama tahun 2025 atau tahun berjalan
01:53lalu bagaimana dengan sepekan terakhir kita lihat di data berikutnya
01:57nah kalau tadi merah semua sepekan terakhir ini hijau semua dengan angka-angka berikut ini
02:05berbeda dengan kinerja sepanjang tahun 2025 selama sepekan lalu
02:08Big Banks melaju positif dibanding emiten-emiten konglomerasi
02:13yang selama ini dikenal paling manggung
02:16selama seminggu kemarin ini kinerja saham Big Banks menghijau
02:20kita lihat di BBRI ini naik atau positif di 3,29 persen
02:27dan Mandiri positif ataupun naik 7,37 persen
02:31BNI tipis begitu kenaikannya di 1,64 persen
02:36dan BCA juga tipis kenaikannya 1,58 persen
02:41mengapa saham Big Banks mulai bangkit
02:44salah satunya adalah foreign inflow
02:46atau ada aksi beli asing yang perlahan masuk
02:49meski tak sederas yang keluar di sepanjang tahun 2025
02:53kita lihat data selanjutnya
02:55nah ini ada aksi jual atau beli asing di saham Big Banks sepanjang tahun 2025
03:02memang saudara selama tahun ini
03:04aksi jual asing memang jauh lebih besar dibandingkan yang masuk
03:08kita lihat saja sebagai contoh di beberapa emiten di perbankan
03:13khususnya Big Banks di Bank Rakyat Indonesia
03:16aksi jualnya sangat besar yaitu 7,91 triliun rupiah
03:22sementara beli 467,84 miliar rupiah
03:26ini semua dalam rupiah ya saudara
03:28kemudian mandiri jauh lebih besar
03:31ini jual asingnya yaitu 13,31 triliun
03:34sementara belinya 455,22 miliar rupiah
03:39BNI juga demikian
03:41yang keluar ada 4,23 triliun rupiah
03:44dan BCA ini mencatatkan yang terbesar dibandingkan dengan Big Banks lainnya
03:49aksi jual asingnya yaitu sebesar 27,26 triliun rupiah
03:53sementara beli di 534,46 miliar rupiah
03:57meski kinerjanya tidak mengesankan saudara
03:59namun ada yang dipertimbangkan oleh investor
04:02untuk tetap mempertahankan saham Big Banks ini
04:05yaitu salah satunya adalah dividen
04:07bank apa saja yang telah mengumumkan
04:10akan membagikan dividen dalam waktu dekat
04:12kita lihat data berikutnya
04:13nah ini ada kado akhir tahun dari Big Banks
04:17yang merupakan ataupun yang berupa dividen interim
04:20di Indonesia ini memberikan kado kepada para investornya
04:24setelah mengumumkan akan membagikan dividen interimnya
04:27bank apa saja ini pertama ada bank rakyat Indonesia
04:30di paling pojok sana
04:32ini yang akan membagikan dividen interim sebesar 137 rupiah
04:37per lembar saham dengan total yang dibagikan
04:40sebesar 20,63 triliun rupiah
04:44kemudian dividen ini akan dibagikan pada 15 Januari 2026
04:50yang menarik saudara ada juga bank mandiri
04:53alias BMRI
04:54ini untuk pertama kalinya membagikan dividen interim
04:58setelah beberapa tahun terakhir absen begitu
05:00dimana BMRI akan membayarkan dividen interim
05:04sebesar 100 rupiah per lembar saham
05:07dengan total 9,3 triliun rupiah
05:11jadwal pembagian akan diumumkan segera
05:13sesuai dengan ketentuan dari Bursa Efek Indonesia
05:16sementara bagi Anda holder BBCA
05:19ataupun Bank Sentral Asia
05:21hari ini bisa tersenyum lebar
05:23karena dividen interim BBCA sebesar 55 rupiah per lembar saham
05:29dengan total 6,77 triliun rupiah
05:33akan ditransfer hari ini
05:34atau dibayarkan hari ini
05:36Senin 22 Desember 2025
05:38selamat ya
05:39dan selanjutnya kita lihat bagaimana kinerja saham
05:42bank digital yang kita bandingkan di awal
05:44nah ini dia kinerja saham bank digital di tahun ini
05:48di tahun 2025
05:49hampir seluruh saham bank digital menunjukkan kinerja positif
05:52sepanjang tahun 2025
05:54kecuali ini saudara
05:55kecuali Arto alias Bank Jago
05:57yang justru terjun sebesar 19,34%
06:02sementara ada Bank Neo Commerce atau BBYB
06:07yang mencetak kenaikan tertinggi
06:09mencapai 115,18%
06:12ada juga Alo Bank atau BBHI
06:16juga naik sangat tinggi
06:18sebesar 97,9,9%
06:23sementara ada Bank Aladin Syariah
06:25ini dengan kode saham BANK atau Bank
06:29ini juga naik lumayan lah ya
06:31sebesar 15,53% sepanjang tahun 2025
06:34meski demikian saudara
06:36hampir semua saham-saham bank digital ini
06:38tidak membagikan dividen
06:40kecuali BBHI yang membagikan dividen 50%
06:43dari laba bersih pada April tahun ini
06:46dan yang tidak bisa dihiraukan saudara
06:49pada tahun ini ada Superbank
06:51ataupun bank digital
06:52dengan kode SUPA
06:53yang baru diperdagangkan di bursa saham
06:56pada pekan lalu
06:57harga IPO SUPA adalah 635 per lembar sahamnya
07:02dan cukup dimencekankan
07:04karena selama 3 kali berturut-turut
07:06mencetak auto reject atas atau ARA
07:09dalam 3 hari SUPA mampu melesat sebesar 55,70%
07:16ini SUPA memiliki market cap
07:1841,28 triliun
07:20dan kini menduduki posisi pertama
07:23emiten dengan jumlah investor paling banyak
07:25menggeser BBRI
07:27lalu apa jawaban dari pertanyaan
07:30siapa juara di tahun 2025
07:32apakah big banks
07:33ataukah bank digital
07:34jika merujuk pada kinerja sahamnya
07:37emiten-emiten bank digital
07:38jauh melampaui big banks
07:40namun
07:41kalau value investor yang melihat dividen
07:43tentu big banks masih dipertimbangkan
07:45untuk tetap di koleksi
07:48saudara lalu apa yang membuat
07:49saham-saham big banks terperosok tahun ini
07:51dan kemudian perlahan bangkit
07:52selama sepekan terakhir
07:53akankah secara kinerja
07:55bisa melampaui bank digital
07:57selesai jidak kompas bisnis
07:58akan membahasnya lebih lengkap untuk Anda
08:00selamat menikmati
08:02selamat menikmati
08:03selamat menikmati
08:30Anda masih bersama kami di kompas bisnis
08:37saudara
08:37apa saja sentimen dan katalis
08:39yang membuat saham-saham big banks
08:40terperosok tahun ini
08:42dan kemudian perlahan bangkit
08:43selama sepekan terakhir
08:45lalu bagaimana juga proyeksinya
08:46di tahun 2026
08:48akankah secara kinerja
08:49bisa melampaui bank digital
08:51kita bahas bersama
08:52Kepala Riset Panin Sekuritas
08:54Niko Lorenz
08:55selamat pagi
08:55Mas Niko
08:56pagi Mas ya
08:58Mas Niko kita ngomong-ngomong soal big banks
09:00dan juga versus bank digital
09:02begitu yang memang
09:03kalau kita lihat tadi
09:04saya bacakan datanya
09:05big banks ini
09:06loyo begitu dibandingkan
09:08ataupun jika disandingkan
09:09dengan bank digital
09:10terkait kinerja sahamnya
09:12atau capital gainnya
09:13analisis Anda
09:14apa saja jadi faktor pemicu
09:16yang membuat saham big banks ini
09:17loyo sepanjang tahun 2025
09:19ya sebenarnya
09:22kalau dari sisi investor ya
09:23concernnya ke big banks
09:24itu kalau tahun ini
09:25lebih ke sisi laba sih Mas ya
09:27karena kalau kita lihat kan
09:28sampai laporan keuangan
09:30di 10M25 kemarin pun
09:32kalau kita lihat tuh
09:32beberapa laporan keuangan
09:34nggak terlalu bagus ya
09:34negatif bahkan
09:36cuma BCA
09:37kalau kita lihat
09:37di antara 4 big banks
09:38itu yang sebenarnya
09:39masih performa
09:40masih ada growth-nya
09:40cuman kalau bank-bank lain
09:41Mandiri, BNI, BRI
09:43kalau kita lihat itu
09:44masih negatif ya
09:46pertanyaan sebenarnya
09:47kenapa negatif gitu ya
09:48nah jadi kalau kita lihat kan
09:49sebenarnya kalau ngomongin
09:51dari sisi
09:51mungkin kita bahasnya
09:52dari top line
09:53ke bottom line-nya dulu ya
09:54jadi kalau kita lihat
09:55dari sisi interest income
09:56gitu ya
09:56itu kan faktornya dua
09:57antara dari sisi NIM
09:59itu profitabilitas
10:01itu spread antara
10:02bunga dan juga
10:04biaya funding gitu ya
10:05nah itu
10:06ada pressure tuh Mas Yian
10:07kenapa ada pressure
10:08jadi karena kalau kita lihat
10:10di tahun 2025 ini
10:12bank ini agak susah
10:13buat cari likuditas
10:14jadi mereka harus
10:16compete sama pemerintah
10:18pemerintah lagi agresif juga
10:19cari funding
10:20Bank Indonesia pun juga
10:21agresif juga
10:22jaga nilai tukar
10:23bikin instrumen yang namanya
10:25SRBI
10:26pemerintah bikin instrumen
10:28yang namanya SBN gitu ya
10:29bunganya kasihnya 6%
10:316,5%
10:327%
10:33jadi
10:33kalau kita lihat itu
10:34attractiveness depositonya
10:36gak ada tuh
10:37Mas Yian gitu ya
10:37jadi akhirnya kelihatan tuh
10:38bahwa
10:39dari sisi dana pihak ketiga
10:41khususnya buat deposito
10:42agak susah
10:43nah
10:44kalau kita lihat
10:44yang buat SBN-nya
10:45agak lumayan
10:46kuat disitu ya
10:47nah
10:48itu sebenarnya
10:49concern pertama
10:49nah
10:50walaupun sebenarnya
10:51kalau kita lihat trend belakangan
10:52data SRBI
10:53itu trendnya udah turun
10:54jadi secara bunga udah turun
10:56secara jumlah
10:57issuannya udah turun
10:58jadi
10:58harusnya sedikit
11:00disattract orang
11:00buat ambil SRBI
11:02udah kelihatan
11:03sebenarnya ada
11:04sedikit movement ya
11:05mereka kembali ke deposito
11:06cuman angkanya belum
11:07terlalu signifikans
11:08nah itu jadi
11:09PR pertama
11:10nah
11:10kedua adalah
11:11dari sisi penyaluran kredit
11:13kalau kita lihat ini
11:14bank dua sisi sih mas
11:16jadi kalau kita lihat
11:17dari sisi supply-nya
11:18mereka agak hati-hati
11:19buat salurin kredit
11:20khususnya sebenarnya
11:21buat di segmentasi-segmentasi
11:22yang sebenarnya
11:23risikonya lumayan gede
11:24walaupun itu
11:25profitabilitasnya lumayan tinggi ya
11:26kayak contohnya
11:27mikro
11:28mereka agak hati-hati
11:29kredit-kredit yang kecil
11:30mereka agak hati-hati
11:31kredit-kredit yang medium
11:32mereka hati-hati
11:33bahkan ke level consumer
11:35itu kalau kita ngomongin
11:36property
11:37itu mereka agak hati-hati
11:38kalau mereka ke otomotif
11:40itu agak hati-hati
11:41cuman yang modelnya kayak
11:42buat modal kerja
11:43buat investasi
11:45itu
11:46trendnya masih lumayan positif
11:47nah
11:47dua sisi sih
11:49jadi dari sisi supply-nya
11:50mereka hati-hati
11:51cuman kalau kita lihat
11:52dari sisi permintaan pun
11:53sebenarnya
11:54confidence business-nya
11:55belum yang pulih-pulih banget
11:56gitu ya
11:57jadi mereka masih
11:58masih ada
11:59kayak sedikit unwilling
12:00buat pinjem kredit
12:01sebenarnya
12:02makanya
12:02kalau kita ngelihat
12:03data terakhir kredit
12:04yang targetnya
12:05B itu 8-11
12:06kredit itu cuman di level
12:087%
12:08nah
12:10jadi karena misalnya
12:11kreditnya nih gak muncul
12:12gak tumbuh
12:12nah itu yang bikin
12:13sebenarnya dari sisi
12:14interest income-nya
12:15agak lumayan berat
12:15nah
12:16interest expense
12:18gitu ya
12:18tadi perang tuh
12:19sama si DPK
12:20dan pihak ketiga
12:21nah itu jadi berat
12:22nah
12:22yang satu jadi penberat
12:23di tahun ini
12:24itu adalah masalah
12:25kredit quality
12:26atau masalah NPL
12:28gitu ya
12:28non-performing loan
12:29kredit yang sebenarnya
12:30macet gitu ya
12:31nah kalau kita trendnya tuh
12:32sebenarnya gak terlalu bagus tuh
12:33mas Ian gitu ya
12:34karena
12:34di tahun ini
12:35banyak kayak
12:36contohnya kita ngomongin
12:37BRI
12:37itu NPL masih di level
12:403-3,1%
12:41gitu ya
12:41kelihatan di segmen
12:42kayak kupedus
12:43di segmen mikro
12:44masih lumayan berat
12:45gitu ya
12:46bank-bank yang mandiri
12:47yang BTN
12:47itu lumayan kena
12:48di bagian propertinya
12:49jadi
12:50kita lihat
12:50beberapa pemain bank
12:52ini
12:52kayaknya agak lumayan berat nih
12:54buat maintain
12:54mereka punya credit quality
12:55gitu
12:56jadi kayaknya
12:56ekonomi tuh
12:57belum yang benar-benar pulih
12:58jadi bikin
12:59risiko
13:01dari sisi gagal bayar
13:02tuh masih tinggi
13:03sebenarnya
13:04itu sih mas Ian
13:05berarti kita secara garis besar
13:07begitu umumnya
13:07melihat bagaimana juga
13:08profit
13:09ataupun lepah bersih
13:10yang dihasilkan oleh bank-bank ini
13:11kuartal per kuartal
13:12sepanjang tahun 2025 ini
13:14turun
13:15begitu dibandingkan
13:16tahunan
13:16dibandingkan tahun lalu
13:17tapi kalau kita melihat
13:19sepekan terakhir saja
13:20ini mas Nico
13:21ada fenomena
13:22ini
13:22big banks ini rebound
13:24apa saja kemudian
13:25analisis Anda
13:26katalisnya apa saja
13:27apakah menurut Anda
13:28puncak pesimisme
13:29terhadap big banks
13:30sudah mulai berakhir
13:31pelan-pelan begitu?
13:32nah
13:34jadi kalau big banks ini
13:36sebenarnya tipikalnya
13:37macro play
13:37jadi itu mereka
13:39biasanya banyak
13:40didorong dari
13:40cerita-cerita di makro
13:42gitu ya
13:42salah satu yang paling penting
13:43menurut kita itu adalah
13:44stabilitas dari sisi nilai
13:45tukar rupiah
13:46kita tahu walaupun
13:47sebenarnya sekarang
13:48posisi sekarang
13:48rupiah agak sedikit
13:49melemah gitu ya
13:50cuman kalau kita ngomongin
13:51sudah agak sedikit panjang
13:52time frame-nya
13:53ini kita lihat
13:54ruang penguatan rupiah
13:55sebenarnya
13:56at least sampai tahun
13:572026
13:57konsensus bilang
13:59akhir tahun itu bisa sampai
14:0016.500-16.300
14:02itu range-nya
14:03karena ekspektasi
14:04sebenarnya dolar
14:05indeksnya bakal melemah
14:06nah
14:06kalau seandainya rupiahnya
14:08ini stabil
14:08foren itu biasanya
14:09lebih pede
14:10buat masuk ke pasar
14:11karena mereka
14:12at least dapat
14:13stability dari sisi nilai
14:14tukar
14:15jadi mereka gak rugi
14:15disitu
14:16jadi bank clubsnya
14:18disupport dari situ
14:19nah kedua
14:20sebenarnya saya lihat
14:21kenapa?
14:22beratinya asing begitu ya
14:23yang juga menjadi
14:24katalis utama
14:25dalam
14:26peran penting
14:28gitu dalam naiknya
14:29harga saham
14:30big banks
14:31di satu pekan terakhir ini
14:32betul
14:33jadi kalau kita lihat itu
14:34sebenarnya
14:34flow foren itu
14:35sangat penting gitu ya
14:36karena bisa dibilang tuh
14:38bank itu adalah
14:38foreign darling
14:39jadi mereka salah satu
14:40yang bisa masuk ke pasar
14:41salah satu pasti big banks
14:43karena foreign ini kan
14:44sebenarnya
14:44saya-sakan gede ya
14:45jadi mereka
14:46pasti akan cari
14:47sebenarnya bank-bank
14:48yang bisa tampung
14:48mereka punya liquidity
14:49kalau bank
14:50kalau kita misalnya
14:51mainnya ke small cap gitu ya
14:52pasti langsung dikasih
14:541 triliun
14:54langsung naik banyak ya
14:56banks itu masih bisa
14:57absorb dari sisi
14:58liquidity-nya
14:58nah kedua
14:59sebenarnya kita lihat
15:00dari pemerintah
15:02itu support
15:03sebenarnya buat sektor perbankan
15:05kemarin dari
15:05Pak Purbaya
15:06kementerian keuangan
15:07itu ada injection
15:08200 triliun
15:09liquidity
15:10itu bakal positif
15:11terlepas dari beberapa
15:13kayak ada risiko
15:13mungkin apakah nanti
15:14ini jadi NPL
15:15cuman kita ngomongin
15:16itu later ya
15:17cuman di early
15:18di tahap awal
15:19at least dengan adanya
15:20pemberian insentif
15:21itu akan boost
15:22dari sisi mereka
15:23punya interest income
15:24so itu kita lihatnya
15:26in the short term
15:26medium term
15:27itu bakal positif
15:28nah kedua
15:29sebenarnya kita
15:30suka sebenarnya
15:31beberapa kebijakan
15:32dari Bank Indonesia
15:33jadi Bank Indonesia
15:35ini kan sebenarnya
15:36kasih insentif ya
15:37masalah satunya
15:37itu kan adalah
15:38KLM namanya
15:39itu adalah
15:39likuditas
15:40kebijakan
15:41likuditas
15:41makro prudensial
15:42jadi dua sih
15:43sebenarnya
15:44pertama adalah
15:45kalau seandainya
15:46mereka
15:47menyalurkan kredit
15:49menurunkan mereka
15:49punya bunga kredit
15:51gitu ya
15:51Bank Indonesia
15:52akan kasih insentif
15:53dari giro wajib minimum
15:55jadi intinya
15:55dana yang disetor
15:56ke BI
15:56gak usah banyak-banyak
15:57banget
15:58nah jadi artinya
15:59kan ada dana
16:00yang dipakai
16:00buat spending
16:01buat dikasih
16:02dari sisi kredit
16:03gitu ya
16:03nah itu positif
16:04kedua adalah
16:05buat sektor tertentu
16:06itu juga dikasih
16:07insentif
16:08dari sisi
16:08GWM nya juga
16:09nah cuman
16:10sebenarnya
16:11investor ekspektasinya
16:12lebih besar lagi
16:13karena mereka
16:14harapkan
16:14kalau bisa
16:15ini BI
16:15kasih insentif
16:16di GWM nya aja
16:17jadi bukan yang modelnya
16:19kayak
16:19likuditas
16:20makro prudensial
16:21cuman langsung
16:22kasih dari sisi
16:23GWM nya
16:24jadi setorannya
16:24langsung bisa
16:25disperse gitu
16:26cuman dari situ pun
16:27sebenarnya kita melihat
16:28gitu ya
16:28artinya adalah
16:29kalau seandainya
16:31bank sentral
16:31udah pangkas
16:32suku bunga
16:32sampai 150 basis point
16:34bank-bank ini
16:35udah mulai
16:36berani untuk
16:37menurunkan
16:38suku bunga
16:38dasar kredit
16:39kan yang penting kan
16:39itu kan masih
16:40transmisi kebijakan
16:41moneter kan
16:41nah jadi
16:42kalau seandainya
16:43transmisi kebijakan
16:44moneternya jalan
16:45harusnya bakal positif
16:46buat banks
16:46karena
16:47appetite orang
16:48buat pinjem kredit
16:48itu harusnya
16:49meningkat mas
16:50oke kalau kita
16:51ngomongin soal
16:52tahun 2025
16:54sepanjang tahun
16:552025
16:55ini kan
16:56didominasi oleh
16:58aksi jual asing
16:59di emiten
17:00big banks
17:01begitu
17:01analisis anda
17:02seperti apa
17:02sebetulnya ini asing
17:04kemana sih
17:04di sepanjang tahun
17:052025 ini
17:06sektor apa
17:06yang lebih disukai oleh
17:07asing
17:07di tahun ini
17:08iya
17:10jadi asing ini kan
17:11sebenarnya
17:12kayak yang salah satu
17:13pertimbangan paling utama
17:14kan mereka akan
17:14cari pertumbuhan ya
17:15mana beberapa sektor
17:17yang sebenarnya
17:17secara growth
17:18itu masih tumbuh
17:19gitu ya
17:20nah kalau kita lihat itu
17:21dari sisi foreign
17:22itu appetite-nya
17:23beberapa sektor yang
17:24mereka lumayan favor
17:25itu adalah
17:26gold related business
17:27gitu ya
17:28kalau kita lihat
17:29kayak contohnya
17:30beberapa saham
17:30BRMS
17:31Archie gitu ya
17:32karena
17:32mereka ngeliat Indonesia
17:34itu salah satu
17:35gold producer juga
17:36kalau kita lihat
17:37beberapa
17:37emiten juga tumbuhnya
17:39sangat tinggi
17:40di atas rata-rata
17:41harganya naik
17:42harga emas naik
17:43kalau kita lihat
17:43dari sisi
17:44volume pun
17:46mereka meningkat
17:47signifikans gitu ya
17:47jadi kelihatan appetite
17:49mereka yang masih
17:49di pertumbuhan mas
17:50jadi itu salah satunya
17:51adalah sektor
17:52komoditi seperti gold
17:53kedua mereka juga
17:55sebenarnya favor ya
17:56salah satunya
17:56konglomerasi gitu ya
17:57karena
17:58konglomerasi ini
17:59terlepas dari kita
18:00lihat
18:01konglomerasi ini kan
18:02ada faktor
18:03retail-nya juga kan
18:04jadi ada faktor
18:05korporasi sebenarnya
18:06di dalam gitu ya
18:07cuman indirectly
18:08akhirnya kan
18:09bobot
18:10saham-saham
18:10konglomerasi itu
18:11jadi meningkat
18:12signifikan
18:12artinya adalah
18:14secara
18:14secara kita ngomongnya
18:15passive investment ya
18:16jadi
18:17bobot mereka
18:18pasti besar
18:18nah
18:19bank
18:20atau misalnya
18:21kayak investor luar
18:22biar mereka
18:23nggak ketinggalan
18:23mereka punya portfolio
18:24mereka pasti
18:25akan taruh
18:26di konglomerasi gitu
18:27jadi
18:28konglomerasi itu
18:29juga jadi
18:29salah satu fokus
18:30dari sisi
18:30foreign darling
18:31sebenarnya kita ketiga
18:33melihat yang
18:34trendnya lumayan
18:35kelihatan gitu ya
18:36positif
18:37itu adalah
18:38contohnya
18:39poultry related business
18:40karena
18:41saham-saham ayam ini kan
18:43udah naik lumayan banyak
18:44gitu ya
18:44kebijakannya
18:45didukung dari pemerintah
18:46anggaran dinaikin
18:47dari 70 triliun
18:48ke 300 triliun
18:49gitu
18:49itu harus yang akan
18:50dorong dari sisi
18:51performance
18:52dan juga fundamentalnya
18:53jadi
18:54sektor itu sih
18:55yang sebenarnya
18:56jadi
18:56petai dari sisi
18:57foreign ya mas
18:58oke
18:58gold dan juga
18:59tadi konglomerasi
19:00begitu yang
19:01mencuri perhatian
19:02dari asing gitu
19:02kita kembali ke
19:03big banks
19:04begitu tadi
19:04saya sempat membacakan
19:05ada
19:06kado akhir tahun
19:07dari big banks ini
19:08untuk para investornya
19:09yaitu berupa
19:09dividen interim
19:10dalam waktu dekat
19:11meskipun beberapa
19:12memang yang akan
19:13dibayarkan di bulan
19:14januari
19:15BMRI juga
19:16untuk akhirnya
19:17ini memberikan
19:18dividen interim
19:18setelah bertahun-tahun
19:19absen
19:19apakah ini akan
19:20menjadi pengaruh
19:21terhadap kinerja
19:22saham big banks
19:23dalam waktu dekat
19:23iya
19:25itu harusnya sih
19:26positif sih mas
19:27maksudnya
19:27ini
19:27typically
19:28yang biasanya
19:29bagi dividen interim
19:30itu kan
19:30biasanya
19:30BCA ya
19:32cuma kalau lihat itu
19:33sekarang
19:33state on banks
19:34BUMN
19:35itu udah
19:36bagi dividen
19:36itu atraktif sih
19:37jadinya
19:38gak cuman
19:39di full year doang
19:40cuman di tengah-tengah
19:41juga ada dividen
19:41harusnya sih positif ya
19:43plus juga beberapa bank
19:45juga sebenarnya
19:46sudah mempertimbangkan
19:46ada rencana
19:47untuk buyback
19:48jadi mereka
19:49udah di approve
19:50dari
19:50dari Eropa SLB
19:52luar biasa
19:53udah di approve
19:54nah itu harusnya
19:55bisa jadi katalis
19:56positif juga ya
19:57jadi dividen
19:58karena
19:58kalau kita ngomongnya
19:59secara average
20:00gitu ya
20:01banks itu secara yield
20:02itu yield itu kan
20:04berarti kan adalah
20:04dividen dibagi
20:05sama harga sahamnya
20:06gitu ya
20:06at least mereka
20:07masih bisa kasih
20:08di atas 5%
20:08dan itu masih
20:10lebih tinggi
20:10dibandingkan deposito
20:11yang kita terima sekarang
20:12jadi harusnya
20:13attractiveness 5%
20:15bahkan ada beberapa
20:16banks yang bisa
20:17ngasih secara yield
20:17itu bisa sampai 10%
20:19mas
20:19nah pertanyaan adalah
20:20apakah banks
20:21masih bisa kasih dividen
20:22seperti sebelumnya
20:22harusnya lebih gini
20:23karena kalau kita
20:24lihat itu kan
20:25porsi
20:26structure
20:27dari kepemilikan
20:29bank sekarang ini
20:29ini kan udah
20:30kalau dulu kan
20:31kita lihat ada
20:32pemerintah Indonesia
20:33sekarang ada
20:33dana antara
20:34kita tahu bahwa
20:35dana antara ada
20:35kebutuhan dari sisi
20:36liquidity
20:37salah satunya adalah
20:38buat investment
20:38jadi mereka pasti
20:40akan maintain
20:40dari kebijakan
20:41dividend payout ratio nya
20:43kita masih bisa lihat
20:44itu akan tinggi sih mas
20:45jadi payout ratio
20:46dari itu bisa sampai
20:4770%
20:48nah jadi artinya
20:49adalah dividen
20:50kita masih bisa lihat
20:51di angka yang tinggi
20:53nanti sampai
20:53full year
20:54akhir tahun ya
20:55nah jadi
20:56itu harusnya
20:57bakal positif juga sih
20:58mas yang buat
20:59ke sektor perbankan
21:00oke berarti juga
21:01harapan para investor
21:03terutama di perbankan
21:04terkait dengan
21:04dividen tadi
21:05bahwa juga ada hubungannya
21:06dengan dana antara
21:06yang kemungkinan
21:07payout ratio nya juga tadi
21:08di angka-angka yang memang
21:09cukup menjanjikan
21:10terkait juga dengan
21:11bagi hasil terhadap
21:12para investor
21:13terima kasih
21:13atas waktunya bersama kami
21:15Kepala Riset Pandian Sekuritas
21:17Niko Lorenz
21:17terima kasih
21:18terima kasih
21:18terima kasih
Jadilah yang pertama berkomentar