Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
ACEH, KOMPAS.TV - Warga Aceh Tamiang berjuang membersihkan lumpur tebal pascabanjir bandang lalu. Sementara warga Bener Meriah harus berjalan kaki untuk mencari kebutuhan pokok karena masih ada akses jalan yang belum tersambung.

Di tengah keterbatasan pasokan air bersih, warga Aceh Tamiang membersihkan sisa material banjir bandang yang menerjang wilayah mereka akhir November lalu.

Pembersihan rumah dilakukan agar mereka dapat segera kembali ke rumah setelah mengungsi.

Warga berharap pemerintah segera memulihkan pasokan air bersih agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat.

Sementara warga Bener Meriah, Aceh, terpaksa berjalan kaki belasan kilometer untuk bisa berbelanja kebutuhan pokok karena masih ada akses jalan yang belum tersambung.

Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, mengatakan jalan yang sudah tersambung dari LhokseumaweBener Meriah, sementara dari Bireuen ke Bener Meriah belum terhubung.

Gerak pemerintah harus lebih cepat lagi untuk membantu para korban bencana di Sumatera. Akses jalan, pasokan kebutuhan pokok, hingga air bersih sangat dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup.

#acehtamiang #banjir #benermeriah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/639021/perjuangan-warga-aceh-tamiang-bener-meriah-lumpur-tebal-minim-bantuan-jalan-belasan-kilometer
Transkrip
00:00Saudara warga Aceh Tamiang berjuang membersihkan lumpur tebal pasca banjir bandang.
00:05Sementara itu, warga Bener Meriah harus berjalan kaki untuk mencari kebutuhan pokok
00:10karena masih ada akses jalan yang belum tersambung.
00:17Di tengah keterbatasan pasokan air bersih, warga Aceh Tamiang
00:22membersihkan sisa material banjir bandang yang menerjang wilayah mereka akhir November lalu.
00:27Pembersihan rumah dilakukan agar mereka dapat segera kembali ke rumah setelah mengungsi.
00:34Warga berharap pemerintah segera memulihkan pasokan air bersih
00:37agar proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan dengan cepat.
00:41Belum ada pemerintah, belum ada membantukan untuk di rumah.
00:45Nah itu, itu sampai sekarang.
00:48Nah itu aja yang kami pun butuh juga.
00:52Itu pun seperti air-air ya, ada lancar juga.
00:55Dari relawan banyak air-air yang disuplai ke rumah-rumah.
01:03Sementara warga Bener Meriah Aceh terpaksa berjalan kaki belasan kilometer
01:07untuk bisa berbelanja kebutuhan pokok karena masih ada akses jalan belum tersambung.
01:13Bupati Bener Meriah Tagor Abu Bakar mengatakan jalan yang sudah tersambung dari Lok Semawe Bener Meriah,
01:19sementara dari Biren ke Bener Meriah belum terhubung.
01:23Yang lain belum.
01:25Seperti dari Biren ke Bener Meriah belum.
01:27Masih ada berapa jembatan lagi yang belum siap.
01:32Jadi belum terhubung.
01:34Berapa jembatan yang belum terhubung ini Pak?
01:37Ada tiga jembatan.
01:40Enang-enang, kemudian Tengah Besi, dan Rumah Besi.
01:46Jadi ini belum tersambung.
01:47Kondisi ini yang akhirnya membuat warga harus mau tidak mau harus berjalan kaki begitu ya?
01:54Untuk menuju ke lokasi yang mereka inginkan?
01:57Betul. Jadi kalau mereka mulai jalur Banda Aceh ke Biren,
02:03langsung ke Bener Meriah, ini harus beberapa tempat lagi berjalan kaki.
02:09Begitu.
02:10Gerak pemerintah harus lebih cepat lagi untuk membantu para korban bencana di Sumatera.
02:15Akses jalan, pasokan kebutuhan pokok hingga air bersih sangat dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup.
02:21Tim Liputan Kompas TV
02:24Terima kasih telah menonton!
02:26Terima kasih telah menonton!
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan