Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SUMATERA UTARA, KOMPAS.TV - Di tengah duka, warga korban banjir dan longsor perlahan bangkit menata hidup. Hal ini terlihat dari persiapan perayaan Natal yang dilakukan para korban bencana.

Korban banjir bandang di Tapanuli Selatan harus menelan kenyataan pahit karena tahun ini tidak dapat merayakan Natal bersama keluarga dan kerabat yang telah meninggal dunia akibat diterjang banjir bandang.

Gereja Pentakosta Kudus Indonesia (GEPKIN) menjadi salah satu gereja yang digunakan warga Tapanuli Selatan untuk merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan.

Gereja tersebut akhirnya dapat digunakan setelah warga bersama TNI dan Polri membersihkan bangunan dari timbunan tanah dan lumpur.

#tni #polri #duka

Baca Juga [FULL] Intip Kawasan Malioboro saat Nataru 2025, Apa Saja Aktivitas Wisatawan? | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/639031/full-intip-kawasan-malioboro-saat-nataru-2025-apa-saja-aktivitas-wisatawan-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/639032/bangkit-di-tengah-duka-korban-banjir-bandang-tapanuli-selatan-rayakan-natal-sederhana
Transkrip
00:00Saudara di tengah duka, warga korban banjir dan longsor pun perlahan bangkit menata hidupnya kembali.
00:06Hal ini terlihat dari bagaimana persiapan perayaan natal yang dilakukan oleh korban bencana.
00:20Sama-sama berdoa biar jangan ada lagi bencana longsor di desa kita.
00:30Korban banjir bandang di Tapanuli Selatan harus menelan kenyataan pahit.
00:47Tahun ini tidak bisa merayakan natal bersama keluarga dan kerabat mereka yang telah meninggal dunia diterjak banjir bandang.
01:00Gereja Pantekosta Kudus Indonesia jadi salah satu gereja tempat warga Tapanuli Selatan merayakan natal dengan penuh kesederhanaan.
01:11Gereja akhirnya bisa digunakan setelah warga bersama TNI Polri membersihkan bangunan ini dari timbunan tanah dan juga lumpur.
01:26Ibadah itu harus begitu letak.
01:30Walau seadanya, walaupun sederhana, tanpa ada semuanya,
01:35ya kalau memang betul-betul hati kita itu sungguh-sungguh mau memuji Tuhan,
01:40itu tidak akan berpengaruh dengan keadaan yang darurat.
01:43Artinya pohon natal belum ada, yang biasanya kita kalau natal itu rame dekorasinya sama sekali belum ada.
01:50Jadi untuk mendekorasi satu hari ini nggak mungkin selesai.
01:54Jadi maka kita unggur ke tanggal 24.
01:56Supaya ada dua hari lagi kita mendekorasi gereja,
02:00walaupun juga tetap kembali kepada sederhana Bapak Adil.
02:04Di tengah duka, warga korban banjir dan longsor pun perlahan bangkit menata hidup.
02:17Ini juga yang terlihat dari korban banjir di Tapanuli Utara yang lebih awal menggelar perayaan natal.
02:24Berharap diberi kekuatan dan tak ada lagi bencana.
02:28Jadi doa yang dipanjatkan saat perayaan natal.
02:34Kami merasa sekarang ini sangat-sangat sedih.
02:40Kami, kalian tengoklah kami dengan Pak,
02:44badan kami memang berkurang.
02:47Semangat kami juga berkurang.
02:49Kami berdua, biar jangan ada lagi semangat kami,
02:54biar bisa ke semangat yang dulu.
03:01Lebih dari tiga pekan pasca bencana,
03:04korban banjir bandang perlahan mulai bangkit.
03:07Dan natal jadi momentum untuk memuatkan diri kembali menata hidup dari keterburukan bencana.
03:15Tim Diputan, Kompas TV
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan