Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TAPANULI SELATAN, KOMPAS.TV - Di tengah duka, warga korban banjir dan longsor pun perlahan bangkit menata hidup. Hal ini terlihat dari persiapan perayaan Natal yang dilakukan korban bencana.

Korban banjir bandang di Tapanuli Selatan harus menelan kenyataan pahit. Tahun ini tak bisa merayakan Natal bersama keluarga dan kerabat mereka yang telah meninggal dunia diterjang banjir bandang.

Gereja Pentakosta Kudus Indonesia (GEPKIN) jadi salah satu gereja tempat warga Tapanuli Selatan merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan.

Gereja akhirnya bisa digunakan setelah warga bersama TNI-Polri membersihkan bangunan ini dari timbunan tanah dan lumpur.

Di tengah duka, warga korban banjir dan longsor pun perlahan bangkit menata hidup. Ini juga yang terlihat dari korban banjir Tapanuli Utara yang lebih awal menggelar perayaan Natal. Berharap diberi kekuatan dan tak lagi ada bencana jadi doa yang dipanjatkan saat perayaan Natal ini.

Lebih dari tiga pekan pascabencana, korban banjir bandang perlahan mulai bangkit. Natal jadi momentum untuk menguatkan diri kembali menata hidup dari keterpurukan bencana.

#natal #banjir #longsor #tapanuliselatan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/639034/natal-penuh-duka-korban-banjir-tapanuli-selatan-berusaha-bangkit-berdoa-di-tengah-keterbatasan
Transkrip
00:00Saudara di tengah duka, warga korban banjir dan longsor pun perlahan bangkit menata hidupnya kembali.
00:06Hal ini terlihat dari bagaimana persiapan rayaan natal yang dilakukan oleh korban bencana.
00:20Sama-sama berdoa biar jangan ada lagi bencana longsor di desa kita.
00:30Korban banjir bandang di Tapanuli Selatan harus menelan kenyataan pahit.
00:47Tahun ini tidak bisa merayakan natal bersama keluarga dan kerabat mereka yang telah meninggal dunia diterjak banjir bandang.
01:00Gereja Pantekosta Kudus Indonesia jadi salah satu gereja tempat warga Tapanuli Selatan merayakan natal dengan penuh kesederhanaan.
01:11Gereja akhirnya bisa digunakan setelah warga bersama TNI Polri membersihkan bangunan ini dari timbunan tanah dan juga lumpur.
01:26Ibadah itu harus begitu lepas walau seadanya walaupun sederhana tanpa ada semuanya ya kalau memang betul-betul hati kita itu sungguh-sungguh mau memuji Tuhan itu tidak akan berpengaruh dengan keadaan yang darurat.
01:43Artinya pohon natal belum ada yang biasanya kita kalau natal itu rame dekorasinya sama sekali belum ada.
01:50Jadi untuk mendekorasi satu hari ini gak mungkin selesai.
01:54Jadi maka kita unggur ke tanggal 24.
01:57Supaya ada dua hari lagi kita mendekorasi gereja ini walaupun juga tetap kembali kepada sederhana Bapak Adil.
02:04Di tengah duka warga korban banjir dan longsor pun perlahan bangkit menata hidup.
02:17Ini juga yang terlihat dari korban banjir di Tapanuli Utara yang lebih awal menggelar perayaan natal.
02:24Berharap diberi kekuatan dan tak ada lagi bencana.
02:28Jadi doa yang dipanjatkan saat perayaan natal.
02:34Kami merasa sekarang ini sangat-sangat sedih.
02:40Kami, kalian tengoklah kami bu dengan pak, badan kami memang berkurang.
02:47Semangat kami juga berkurang.
02:50Kami berdua biar jangan ada lagi semangat kami biar bisa ke semangat yang dulu.
02:57Itu saja.
02:57Lebih dari tiga pekan pasca bencana, korban banjir bandang perlahan mulai bangkit.
03:07Dan natal jadi momentum untuk memuatkan diri kembali menata hidup dari keterburukan bencana.
03:15Tim di Butang, Kompas TV.
03:18Dan tiga hari lagi saudara, umat Nasrani akan merayakan natal termasuk para pengungsi yang menjadi korban banjir di kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
03:34Lalu apa saja persiapan mereka menjelang natal?
03:39Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, Khairul Bazar yang berada di Tapanuli Selatan.
03:45Selamat petang, Khairul.
03:47Di tengah kesederhanaan tentunya, kemudian bagaimana korban bencana banjir bandang di sana menyiapkan perayaan natal di tengah kondisi seperti ini?
04:00Ya, sejak pekan pasca musibah banjir bandang yang terjadi di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, selain merusak ratusan rumah warga,
04:12banjir ini juga merusak beberapa tempat ibadah di empat desa terdampak ini.
04:19Ada empat rumah ibadah gereja rusak akibat terdampak musibah banjir.
04:25Salah satunya ialah gereja Jepkin yang berada di desa Usagodang.
04:30gereja ini rusak setelah material lumpur yang kebawah banjir bandang itu menutupi baik di dalam rumah ibadah maupun di luar rumah ibadah.
04:43Warga termasuk TNI dan Polri itu bekerjasama membersihkan material-material lumpur yang berdampak di luang tempat ibadah ini.
04:56Dengan harapan pelaksanaan Natal dapat terlaksana.
05:02Tadi saya sempat berbincang dengan salah seorang warga yang merupakan jemaat di gereja Jepkin ini.
05:09Beliau menyampaikan suka cita Natal akan tetap berlaksana terlebih warga yang kini berada di pengungsian itu jika siang harinya mereka pulang ke rumah dan nantinya akan ikut merayakan Natal.
05:28Berikut petikan wawancara saya bersama warga yang terdampak tadi.
05:35Semangat Natal itu memang tinggi bagi kami jemaat-jemaat Jepkin.
05:41Tapi apa boleh-boleh kayak gini masa ini ya kami ini ya sedang berduka ya gitulah semangatnya.
05:49Ya bukan seperti yang sudah lalu-lalu kan.
05:53Kira-kira begitu.
05:54Ya kemudian selain satu gereja yang tadi sudah bisa digunakan untuk perayaan Natal.
06:11Bagaimana dengan kondisi tiga gereja lainnya?
06:15Ya seperti yang saya bilang tadi ada empat gereja yang terdampak di empat desa yang terkena Banjubandang ini.
06:23Sempat saya lihat tadi memang kondisi gereja sudah cukup memadai.
06:30Lumpur yang terbawa banjir kemarin sudah mulai dibersihkan.
06:35Seperti di gereja kebegini misalnya.
06:38Peralatan-peralatan elektronik di dalam gereja itu sempat rusak kemarin.
06:44Kursi, meja.
06:47Tetapi hari ini mereka mulai membenahi kondisi ini.
06:50Alat-alat elektronik sudah mulai merekta beli atau ada sebagian yang diberi gereja ini mendapat donasi dari berbagai pihak misalnya.
07:01Untuk keperluan pada perayaan malam Nisan Natal tahun ini.
07:07Dengan harapan perayaan Natal kali ini dapat terlaksana.
07:11Baik, kemudian sukacita Natal tahun ini tentu dijadikan momentum untuk kembali menata hidup begitu.
07:19Tapi tentu saja tak lepas dari bantuan yang hingga saat ini mereka butuhkan.
07:24Dari pantauan Anda Khairul, apa saja yang hingga saat ini masih sangat dibutuhkan oleh mereka yang terdampak bencana?
07:31Ya, saya sempat melihat tadi ada beberapa gereja.
07:37Memang kondisinya sudah mulai membaik.
07:40Seperti penerangan di dalam itu sudah mulai membaik.
07:44Arus listrik memang sudah masuk ke wilayah, ke area pemukiman warga terdampak termasuk di gereja ini.
07:51Alat-alat elektronik seperti pengerak suara sudah mulai dibenahi.
07:59Lumpur-lumpur pun juga sudah mulai dimaksikan.
08:02Dengan harapan perayaan Natal tahun ini dapat terlaksana.
08:09Untuk tiga gereja yang masih belum bisa digunakan.
08:13Lalu bagaimana dengan jemaat atau umat yang di sana jika ingin melaksanakan ataupun ingin merayakan Natal?
08:19Apakah mereka merayakannya di posko-posko pengungsian mungkin atau seperti apa?
08:26Ya, saya tadi sempat berbincang dengan salah satu jemaat gereja dikit.
08:31Memang saat ini mereka sedang berada di pengungsian.
08:36Tetapi pada waktu perayaan, terutama di malam misal Natal nantinya,
08:43mereka menyebutkan tadi akan beramai-ramai.
08:49Untuk pergi ke gereja untuk melakukan perayaan.
08:54Saat ini mereka juga siang hari, mereka pergi membenahi rumah mereka yang rusak.
09:01Terus melihat kondisi atau memperbaiki gereja.
09:04Dan jika malam hari, mereka itu kembali ke pengungsian.
09:11Dan mereka menyebut pada perayaan Natal ini mereka akan terkumpul dan beramai-ramai
09:18agak memperbaiki gereja untuk perayakan perperayaan Natal tahun ini.
09:24Suka cita Natal tentu saja diharapkan jadi momentum untuk kembali menata hidup warga korban banjir
09:31dan juga longsor di sana.
09:32Terima kasih Jurnalis Kompas TV Khairul Bazar atas informasinya dari Tapanuli Selatan
09:37bercerita tentang bagaimana persiapan Natal di sana.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan