Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan berbasis zakat.

Berfokus di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, seperti wilayah Semau Selatan dan Reworena Barat, Kampung Zakat membuat ekonomi warga meningkat, serta memperkuat solidaritas dan kemandirian warga.

Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, bersama LAZNAS Dewan Dakwah, terus memperluas jangkauan pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui peluncuran program Kampung Zakat di Nusa Tenggara Timur.

Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI berkolaborasi dengan lembaga amil zakat mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, khususnya di wilayah pedalaman yang membutuhkan sentuhan ekonomi dan sosial. Langkah strategis ini dilakukan agar penyaluran lebih tepat sasaran.

#zakat #wakaf #ntt

Baca Juga Wapres Tinjau Pelayanan Nataru di Stasiun Tawang dan Hadiri Perayaan Natal di Salatiga | JMP di https://www.kompas.tv/regional/639688/wapres-tinjau-pelayanan-nataru-di-stasiun-tawang-dan-hadiri-perayaan-natal-di-salatiga-jmp



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/639691/dorong-penyaluran-zakat-infak-dan-sedekah-tepat-sasaran-di-ntt-jmp
Transkrip
00:00Saudara Direkturat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia
00:06mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan berbasis Zakat.
00:12Berfokus di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur,
00:15seperti wilayah Semau Selatan dan Reworana Barat,
00:19kampung Zakat membuat ekonomi warga meningkat
00:22serta memperkuat solidaritas serta kemandirian warga.
00:30Direkturat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia
00:47bersama Laznas Dewan Dakwa terus memperluas jangkauan pemberdayaan masyarakat,
00:52salah satunya melalui peluncuran program kampung Zakat di Nusa Tenggara Timur.
00:56Direkturat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia
01:01berkolaborasi dengan lembaga amil Zakat
01:03mendorong optimalisasi pengelolaan Zakat, infat, dan sedekah,
01:07khususnya di wilayah pedalaman yang membutuhkan sentuhan ekonomi dan sosial.
01:13Langkah strategis ini dilakukan agar penyaluran lebih tepat sasaran.
01:17Jadi salah satu tujuan pengelolaan Zakat itu adalah
01:21satu bagaimana kita dapat menjadi bagian untuk pengentasan kemiskinan
01:26dan mewujudkan kesejahteraan.
01:29Nah ini tentu perlu cara gitu ya, karena orang-orang miskin itu biasanya ada di masyarakat.
01:34Nah kenapa kami menamakan program kampung Zakat?
01:37Ini karena biasanya orang-orang miskin itu berbasis desa gitu ya, kelurahan
01:45yang di situ biasanya akses pendidikan agak berat gitu ya, akses ekonomi juga tidak mudah.
01:52Maka kemudian untuk mereka ini biar tidak mobilitas vertikal ke kota-kota
01:57itu kita berdayakan, kita jadikan desa-desa mereka sebagai kampung Zakat.
02:04Dua lokasi yang menjadi fokus adalah kampung OEC Lain,
02:08desa Aklek, camatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang,
02:11serta rewar rena barat di Kabupaten ND.
02:13Program ini difokuskan pada sektor ekonomi produktif, pendidikan, dan dakwah.
02:18Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendistribusikan kekayaan secara adil
02:22serta mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.
02:26Saya ingin membangun satu ekosistem di dalam desa itu, di kampung itu,
02:30agar masyarakat semua stakeholder-nya punya awareness yang sama.
02:36Pemerintah desanya juga incas, lalu potensi apa yang bisa dikembangkan,
02:41lalu menginsertkan kelompok fakir miskinnya itu untuk menjadi aktor,
02:48bukan menjadi objek, tapi diri subjek.
02:51Program Kampung Zakat memberikan kesempatan kepada masyarakat kampung OEC Lain
02:55untuk mengembangkan diri dalam bentuk peningkatan skill pengolahan rumput laut
02:59dan produksi madu.
03:00Hal ini akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk dapat secara mandiri meningkatkan pendapatannya.
03:08Hal ini akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk dapat secara mandiri meningkatkan ekonominya.
03:14Alhamdulillah, di samping budaya rumput laut, saya juga kenak lebah, yaitu lebah hutan.
03:23Dan Alhamdulillah, diberikan kepercayaan oleh Lasnas, yaitu ada kurang lebih 25 kotak.
03:31Dan saya coba taruh di atas kayu tanpa dibuat apa-apa.
03:37Program Kampung Zakat juga mendorong peningkatan pendidikan sebagai modal utama.
03:43Pendidikan yang layak akan membantu masyarakat untuk melihat kemampuan mereka dalam berkembang menjadi lebih baik.
03:50Nanti kita akan perbanyak jumlah biaya siswa yang akan kita berikan kepada anak-anak miskin,
03:59tetapi dia memiliki potensi dan prestasi yang bagus.
04:02Lalu ekonomi, pemberdayaan ekonomi, yang menjadi salah satu program prioritasnya Pak Presiden ini,
04:10pengentasan kemiskinan.
04:12Bahkan untuk yang ekstrim harus dinolkan.
04:15Lalu soal kesehatan.
04:18Nah, tiga hal ini Pak, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi,
04:23saya kira akan menjadi game changer bagi upaya kita untuk meraih masa depan yang lebih baik pada tahun 2045 itu.
04:33Pemberdayaan masyarakat perlu dukungan dari berbagai pihak.
04:36Dukungan dari sisi ekonomi, sosial, dan budaya.
04:39Juga dukungan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, bersama Lembaga Amil Zakat.
04:44Kolaborasi dilakukan Direkturat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia
04:51dengan Mengsyariah Indonesia yang mempunyai program SRIA atau Syariah Restricted Investment Account
04:57untuk mengakselerasi wakaf produktif sebagai instrumen ekonomi umat.
05:02Nah, ini Alhamdulillah kami coba mengubah paradigma yang semula based on APBN,
05:08kita based on zakat betul ya, dan hasil kelola wakaf.
05:11Maka keharusan kita harus bekerjasama dengan lembaga-lembaga Amil Zakat,
05:16skolder yang punya relevansi program dengan kami, itu kami ajak bekerjasama.
05:22Dengan pemberdayaan lewat Kampung Zakat, diharapkan semangat masyarakat untuk berzakat semakin tumbuh subur.
05:28Sekaligus, menjaga harmoni dan solidaritas antar warga di Nusa Tenggara Timur.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan