KOMPAS.TV - Tim SAR gabungan hingga saat ini masih fokus mencari dua orang yang hilang akibat longsor yang melanda Kelurahan Bahu, Kampung Sondang, Kecamatan Siau Timur, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Keluarga berharap kedua korban yang hilang bisa cepat ditemukan.
Untuk membahasnya, kita bergabung dengan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
#sitaro #banjirbandang #korbanbanjir
Baca Juga Peringatan Dini BMKG Juanda 8-10 Januari 2026: Sejumlah Wilayah Jawa Timur Berpotensi Hujan Lebat di https://www.kompas.tv/info-publik/642504/peringatan-dini-bmkg-juanda-8-10-januari-2026-sejumlah-wilayah-jawa-timur-berpotensi-hujan-lebat
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/642507/full-update-gubernur-sulawesi-utara-soal-banjir-di-sitaro-567-jiwa-tersebar-di-6-titik-pengungsia
00:00Tim Sargabungan hingga saat ini masih fokus mencari dua orang hilang akibat longsor yang melanda Kelurahan Bahu, Kampung Sondang, Kecamatan Siau Timur, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
00:11Keluarga berharap kedua korban yang hilang bisa cepat ditemukan.
00:18Disak tangis keluarga tidak terbendung saat ada anggota keluarga yang belum ditemukan akibat banjir bandang.
00:24Tim Sargabungan masih berupaya mencari dua korban hilang mencari yang dilakukan menggunakan alat berat, anjing pelacak, dan peralatan seadanya.
00:33Hingga saat ini dua korban hilang atas nama Adris Pianaum dan Leon Pianaum.
00:39Keluarga korban berharap agar keluarga mereka dapat segera ditemukan.
00:44Di Ketua ada 17 orang meninggal dan dua orang hilang akibat banjir bandang di Kepulauan Sitaro.
00:54Jam tiga kejadian, semuanya tertidur.
00:59Kejadian itu, air.
01:01Air.
01:02Oke, Bu. Jadi sampai sekarang yang masih dinyatakan hilang ini ibu keluarga atau sebetulnya?
01:08Adik, adik kandung.
01:10Nama siapa? Umur berapa, Bu?
01:12Nama Adris Pianaum.
01:14Nama adik Leon Pianaum.
01:18Kepan kami keluarga besar bisa ditemukan hari ini.
01:21Bandang menerjang empat keselamatan di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro, atau Sitaro, Sulawesi Utara.
01:29Untuk membahasnya, kita bergabung dengan Gubernur Sulawesi Utara, Julius Selvanus.
01:33Selamat siang, Pak Julius.
01:37Selamat siang.
01:38Ya, Pak Julius.
01:39Kami turut perhatian atas tragedi banjir bandang yang terjadi di Kepulauan Siau.
01:44Untuk saat ini seperti apa, Pak? Penanganan terutama percepatan pasca bencana banjir bandang yang menerjang pada 5 Januari lalu dan saat ini memasuki masa tanggap daurat.
01:54Ya, selamat siang.
01:58Kami kakakkan dari Sulawesi Utara.
02:02Nah, ini memasuki hari keempat pasca bencana dari tanggal 5 subuh.
02:09Dan kita sudah melakukan kelihatan vakuasi dan hospitalisasi termasuk reconstruksi.
02:20Dimana buku hormat yang meninggal di Kepulauan Siau 17 dan kelihatan di Kepulauan Siau 18 dan masih ada yang pencarian dan hilang dua orang dewasa.
02:37Atas nama Adrish Pianung, ya itu laki-laki usia 22 tahun dan Donel Pianung laki-laki usia 17 tahun.
02:51Sedangkan luka-luka itu ada 26 orang.
02:54Dirawat di puskesmas ada 11 orang.
02:57Dirawat di rumah sakit sawang 5 orang.
03:00Kemudian dirawat di rumah sakit ikan gau di evakuasi di Manado ada 4 orang.
03:06Dan ada yang sudah sembuh, ada 6 orang.
03:10Dalam pengungsian juga ada satu meninggal, ya ada pengungsian juga, karena penyakit bawaan.
03:19Kemudian sambil lakukan juga kemudian-kemudian material yang terjadi di sana.
03:24Dalam penjataan yang saat ini sedang intens, ada rumah hilang.
03:29Itu kurang lebih 30 unit.
03:32Kemudian rumah rusak berat itu ada 52 unit.
03:37Dan rusak sedang itu ada 29 unit dan rusak ringan 89 unit.
03:44Yang rusak-rusak ringan ini masih ada masyarakat tinggal di rumah-rumah mereka.
03:49Sedangkan perkantoran juga ada satu kantor pores di Sitaro juga mengalami kerusakan.
03:58Kemudian fasilitas umum lainnya ada kios, hilang, bengkel hilang, kemudian toko,
04:05masyarakat juga satu unit hilang.
04:08Ya Pak Yulis, untuk saat ini seperti apa bantuan bagi warga terutama yang mengungsi?
04:13Ya, di belakang pengungsi sekarang ini ada 160 kakak, ada 567 jiwa,
04:22dan itu tersebar di 6 titik pengungsian.
04:266 titik pengungsian, ada 4 di posto pengungsian, dan 2 di rumah-rumah keluarga.
04:32Dukungan personel untuk personel pemulihan ada 510 yang kami kirim di sana,
04:38TNI Polri dan teman-teman lainnya.
04:41Kemudian hubungan alat berat juga saat ini ada 9 unit.
04:45Ada 7 eskapator dan 2 doser.
04:49Ini semua dalam rangka untuk menekonstruksi jalan-jalan yang saat ini sudah terbuka semua,
04:56yang tadi ya 4 titik tertutup dari longsoran batu-batu sudah terbuka semua.
05:01Tinggal 1 jembatan yang saat ini kita upayakan untuk tersambung.
05:06Kemudian ruang jalan yang saat ini semuanya sudah terbuka.
05:11Yang tadinya tertutup sekarang sudah terbuka.
05:13Oke, untuk bantuan medis ini seperti apa Pak bagi warga, terutama yang luka-luka untuk perawatan dan lain sebagainya?
05:19Ya, luka-luka di sini semua luka-luka karena dia tersarik arus,
05:27di mana arus waktu itu air membawa batu dan kayu-kayu lumpur.
05:31Sehingga mengakibatkan banyak luka di badan, kaki yang semuanya membutuhkan perawatan.
05:40Dan ini saat ini kami intens untuk melakukan hospitalisasi, perawatan secara intens,
05:47tim kesehatan juga kita turunkan secara masif.
05:50Dan tentunya ini semua sedang berjalan dan kami laporan juga saat ini ada 5 desa yang padam dan jadi listrik dan 3 desa sudah normal.
06:04Tinggal 2 desa lagi yang masih kita upayakan hari ini kembali ke normal.
06:09Kemarin Bapak sempat meninjau terutama lokasi titik-titik banjir yang juga ke lokasi pengusian warga.
06:19Saat meninjau apa saja yang Bapak temukan terkait dengan penyebab banjir dan juga apa saja nantinya mitigasi agar bencana serupa tidak terulang kembali?
06:29Ya, saya melihat pulau show ini, di dalamnya ada gunung merapi.
06:38Api yang masih api, ya.
06:40Itu, ya, kenapa banyak bapak tuan di sana yang batuan lepas, ya.
06:48Dan mayoritas daerah itu banyak batuan lepas.
06:51Sehingga kemungkinan-kemungkinan akan terjadi rongcor, akan terjadi lagi apabila
06:57cuaca ekstrim di mana hujan yang lepas dan membawa material-material dari gunung sampai ke laut.
07:08Ini juga kami mengantisipasi karena banyak celah-celah di mana banyak penduduk yang tinggal di sekitar itu.
07:15Ini kami menjadikan atensi untuk kita akan sarankan, kita akan kaji kembali apakah mereka akan kita relokasi dari titik-titik rawan itu.
07:27Baik, kita apresiasi atas upaya dan langkah yang telah dilakukan oleh Pempro Sulawesi Utara
07:34dan kita harapkan dua warga yang saat ini masih hilang dapat segera ditemukan.
07:38Terima kasih, Bapak Julius Salvanus, Gubernur Sulawesi Utara, telah bergabung bersama kami di Kompas Yang.
Jadilah yang pertama berkomentar