Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SITARO, KOMPAS.TV - Satu jasad ditemukan pada hari ketiga pencarian korban banjir bandang Pulau Siau, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal dunia menjadi 17 orang.

Pencarian hari ketiga korban banjir bandang di Pulau Siau membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah balita di Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Barat Selatan.

Dengan ditemukannya korban tersebut, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 17 orang.

Informasi penanganan banjir bandang di Sitaro dilaporkan oleh jurnalis KompasTV, Yannemieke Singal, dan juru kamera Dony Aray, dari Manado, Sulawesi Utara.

Baca Juga Banjir dan Longsor Terjang Halmahera Barat: 2 Orang Tewas, Rumah Warga Terendam di https://www.kompas.tv/nasional/642448/banjir-dan-longsor-terjang-halmahera-barat-2-orang-tewas-rumah-warga-terendam

#banjirbandang #banjirsitaro #sitaro #sulawesiutara

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/642522/terkini-korban-banjir-bandang-sitaro-kembali-ditemukan-17-meninggal-dunia-2-masih-hilang
Transkrip
00:00Saudara satu jasad ditemukan di hari ketiga pencarian korban banjir bandang Pulau Siau di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
00:08Total korban meninggal menjadi 17 orang.
00:30Pencarian hari ketiga korban banjir bandang Pulau Siau ke Pulauan Sitaro, Sulawesi Utara membuahkan hasil.
00:38Tim Sargabungan menemukan satu jenazah balita di kampung Lakhaeng, kecamatan Siau Barat Selatan.
00:45Dengan penemuan tersebut, korban meninggal menjadi 17 orang.
00:49Tim Sargabungan sudah berhasil menemukan satu korban pada pukul 11.40 ita atas nama Clayton Azril.
00:58Korban ditemukan oleh Tim Sargabungan yang dibantu oleh Kinain, Polda, Sulawesi Utara dengan kondisi meninggal dunia dan saat ini juga sudah dievakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga.
01:13Tim Sargabungan melanjutkan pencarian terhadap dua korban yang masih dinyatakan hilang.
01:18Pencarian diintensifkan dengan bantuan anjing pelacak Kinain milik Polri.
01:22Data BNPB, banjir bandang yang menerjang Pulau Siau pada Senin Dinihari mengakibatkan tujuh rumah hanyut dan 29 rumah rusak berat.
01:33Status tanggap darurat diperlakukan 5 hingga 18 Januari 2026.
01:38Informasi penanganan banjir bandang di Sitaro akan dilaporkan jurnalis Kompas TV, Yanemika Singal dari Manadu, Sulawesi Utara.
01:54Yanem, selamat pagi. Di mana fokus pencarian dua korban hilang? Apa identitas yang sudah diketahui?
01:58Ya, selamat pagi Putri, Okta, dan juga Saudara.
02:05Ini merupakan hari keempat pasca banjir bandang menerjang Pulau Siau di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
02:11Dan secara data, kami menerima data dari Basarnas yang terbaru bahwa sejauh ini sudah ada 17 korban meninggal dunia
02:21dan memang masih ada dua lagi yang masih dalam proses pencarian.
02:26Dua orang ini diketahui beralamatkan di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur.
02:33Dan memang hari ini, pagi ini, fokus pencarian dari tim Sargabungan sedang difokuskan di Kelurahan Bahu.
02:41Dan Kelurahan Bahu ini memang merupakan satu dari tujuh desa dan kelurahan di Kabupaten Sitaro
02:48yang terdampak parah dari bencana banjir bandang ini sendiri.
02:52Jadi memang tim Sargabungan sedang memfokuskan pencarian pagi hari ini terhadap dua korban
02:59yang berada di titik pencarian difokuskan di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur ini.
03:06Pengerahan personil juga sudah dilakukan untuk membantu pencarian,
03:10baik dari aparat gabungan TNI Polri,
03:13tetapi juga dari relawan-relawan yang ada dari provinsi maupun dari Kabupaten Kepulauan Sitaro.
03:22Okta.
03:22Oke, 17 korban meninggal dunia, dua masih proses pencarian difokuskan di Kelurahan Bahu.
03:28Yana, lantas rumah korban ini kan hancur.
03:30Dimana mereka tinggal dan bagaimana penyaluran bantuan saat ini?
03:33Ya, untuk korban terdampak memang kami mendapat data lebih dari 600 jiwa terpaksa harus mengungsi.
03:42Dan memang titik pengungsian ada tersebar di sejumlah titik.
03:47Kami mendata berdasarkan informasi yang kami himpun.
03:50Titik pengungsian setidaknya berada di empat lokasi.
03:53Yang pertama di museum yang berada di Ulu Siau.
03:57Selanjutnya berada di gereja Arpen Bahu, gereja GKAI Peling, dan gereja Betabara.
04:04Pemerintah sedang melakukan distribusi bantuan kepada para korban terdampak ini,
04:11terutama mereka yang memang berada di titik-titik pengungsian.
04:15Upaya untuk menangani para pengungsi ini dilakukan dengan memenuhi kebutuhan dasar mereka,
04:20baik kebutuhan makan, sandang, dan pangan.
04:23Dan sejumlah bantuan memang terus didatangkan tak hanya dari Kabupaten Kepulauan Asitaro,
04:29tapi juga berasal dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
04:32Seperti saat ini saya melaporkan, dari posko bantuan bencana,
04:36Badan Penanggulan Bencana Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,
04:40yang pagi ini akan segera mengirimkan kembali distribusi bantuan untuk warga pengungsi
04:46yang ada di titik-titik pengungsian sebagai bagian kepada korban
04:52yang terdampak dari bencana banjir bandang ini sendiri.
04:56Okta.
04:57Oke baik, untuk bantuan juga terus disalurkan,
05:00tentu kita harapkan nanti proses pencara bisa lancar
05:03supaya bisa ditemukan dua korban yang saat ini masih dalam proses.
05:07Terima kasih.
05:08Jurnalis Kompas TV, Nami Kesinggal, dan Juru Kamera Duni Are,
05:10melaporkan dari Manadu Sulawesi Utara.
05:12Selamat bertugas kembali.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan