kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

AAUI: Prospek Asuransi Energi Masih Sangat Besar, Didorong Tingginya Investasi Energi


Jumat, 07 Agustus 2026 / 12:01 WIB
AAUI: Prospek Asuransi Energi Masih Sangat Besar, Didorong Tingginya Investasi Energi
ILUSTRASI. Ketua Umum AAUI Budi Herawan (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai prospek lini asuransi energi baik onshore maupun offshore masih sangat besar ke depannya.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan bahkan mengatakan lini tersebut akan tetap menjadi salah satu bisnis strategis bagi industri asuransi umum di Indonesia. 

Budi menerangkan prospek yang besar itu didorong berlanjutnya investasi pada sektor energi, baik di bidang hulu maupun hilir minyak bumi dan gas, pembangunan infrastruktur gas, Liquefied Natural Gas (LNG), kilang, pembangkit listrik, panas bumi, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional. 

Baca Juga: Per Juli 2026, Sebanyak 3,6 Juta Pengguna Bank Jago Terhubung ke Ekosistem Investasi

"Seluruh proyek tersebut membutuhkan perlindungan asuransi sejak tahap konstruksi, commissioning, operasional, hingga perlindungan terhadap tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga. Dengan demikian, kebutuhan terhadap produk asuransi energi diperkirakan akan terus meningkat," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).

Dari sisi kapasitas, Budi menyampaikan industri asuransi nasional pada prinsipnya memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan perlindungan risiko sektor energi melalui mekanisme coinsurance maupun konsorsium antarperusahaan asuransi, yang diperkuat dengan dukungan reasuransi domestik maupun internasional. Dia bilang skema tersebut memungkinkan risiko dengan nilai pertanggungan yang sangat besar dibagi kepada beberapa perusahaan. 

"Dengan demikian, kapasitas akseptasi industri menjadi lebih kuat dan tetap terjaga," tuturnya.

Selain itu, AAUI juga berpandangan bahwa proyek-proyek energi nasional akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila melibatkan partisipasi yang lebih luas dari perusahaan-perusahaan asuransi nasional melalui mekanisme pasar yang terbuka, berdasarkan kapasitas, kompetensi, dan tata kelola yang baik. 

Baca Juga: BNI Kantongi Dana SAL Rp 18,5 Triliun dari Pemerintah

Budi mengatakan penempatan risiko diharapkan tidak hanya terfokus pada perusahaan asuransi tertentu, tetapi juga memberikan kesempatan kepada perusahaan asuransi lain yang memiliki kapasitas untuk berpartisipasi, baik secara langsung maupun melalui skema coinsurance dan konsorsium. 

Sejalan dengan hal itu, dia beranggapan akan tercipta mekanisme pasar yang lebih sehat dan kompetitif, kapasitas industri nasional makin kuat, serta kualitas layanan dan inovasi produk terus meningkat.

"Ditambah, pemilik proyek memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh solusi perlindungan yang sesuai dengan karakteristik risiko yang dihadapi," ungkapnya.

Selain proyek energi konvensional, Budi menyebut agenda transisi energi juga membuka peluang baru bagi industri asuransi. Dia menerangkan pengembangan pembangkit tenaga surya, angin, panas bumi, hidrogen, carbon capture and storage (CCS), hingga infrastruktur kendaraan listrik akan menciptakan kebutuhan perlindungan terhadap berbagai risiko baru. 

Dengan dukungan kapasitas industri yang memadai, kolaborasi melalui konsorsium, serta dukungan reasuransi yang kuat, AAUI optimistis lini asuransi energi akan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan industri asuransi umum Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Secara keseluruhan, Budi optimistis prospek lini asuransi energi tetap positif. Namun, dia mengatakan pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan penguatan manajemen risiko, kecukupan kapasitas, peningkatan kompetensi, serta terciptanya mekanisme pasar yang sehat. Dengan demikian, industri asuransi nasional dapat berperan lebih besar dalam mendukung pembangunan dan ketahanan energi Indonesia.

Sebagai informasi, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini onshore tumbuh 185,6% Year on Year (YoY) menjadi 178 miliar pada kuartal I-2026, sedangkan offshore terkontraksi 51,5% YoY menjadi Rp 90 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×