Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) memilih selektif dalam menyalurkan kredit investasi lantaran tantangan masih membayangi sektor manufaktur.
KB Bank akan memprioritaskan pembiayaan ke sektor-sektor yang memiliki daya tahan dan prospek pertumbuhan lebih baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Wholesale Banking Director KB Bank Indonesia Widodo Suryadi mengatakan, langkah tersebut diambil mengingat portofolio kredit KB Bank saat ini masih didominasi sektor manufaktur dan perdagangan.
"Untuk kredit investasi, KB Bank memang lebih selektif. Hal ini karena portofolio terbesar kami berada di sektor manufaktur dan perdagangan," ujar Widodo kepada kontan.co.id, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: Simpanan Nasabah Jumbo BCA Tumbuh 15% pada Semester I-2026
Menurutnya, sektor manufaktur masih menghadapi berbagai tantangan. Antara lain penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) serta menurunnya kontribusi sektor industri terhadap produk domestik bruto (PDB).
Kondisi tersebut membuat KB Bank memperketat proses seleksi sebelum menyalurkan pembiayaan investasi.
Widodo mengatakan, setiap pengajuan kredit investasi ke sektor manufaktur akan dikaji lebih mendalam dengan mempertimbangkan prospek masing-masing subsektor.
"Kami melihat terlebih dahulu subsektor mana yang masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian global dan geopolitik, serta sektor-sektor yang masih memiliki keunggulan kompetitif di Indonesia," katanya.
Di tengah kehati-hatian tersebut, KB Bank menilai sektor yang berkaitan dengan pertambangan masih memiliki prospek yang cukup baik. Meski demikian, pertumbuhan pembiayaan di sektor tersebut diperkirakan masih berada pada kisaran single digit.
Hingga akhir tahun, Widodo mengatakan, KB Bank tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dalam melakukan ekspansi kredit.
"Kami akan tetap selektif. Target pertumbuhan kredit secara keseluruhan tetap mengacu pada Rencana Bisnis Bank (RBB), yakni sekitar 8% hingga 9%," ujarnya.
Baca Juga: Bank Kasikorn (BMAS) Bersiap Terbitkan 2,87 Miliar Saham Baru Lewat Private Placement
Widodo menyebut, tantangan untuk mencapai target tersebut cukup besar, terutama pada segmen wholesale. Pasalnya, setiap bulan terdapat cicilan kredit yang jatuh tempo sekitar Rp 300 miliar.
Artinya, tanpa penyaluran kredit baru, outstanding kredit wholesale dapat menyusut sekitar Rp 4 triliun dalam setahun.
"Karena itu, untuk mencapai target pertumbuhan sesuai RBB, kami harus menyalurkan kredit baru yang jika dihitung setara dengan pertumbuhan sekitar 11% hingga 12%," jelas Widodo.
Dengan strategi tersebut, KB Bank berharap pertumbuhan kredit tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas aset. KB Bank akan terus memfokuskan pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan prospek usaha yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
