Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kamar Tata Usaha Negara Mahkamah Agung menggelar rapat pleno khusus untuk membicarakan teknis hukum perkara pajak. Ketua Kamar Tata Usaha Negara MA, Yulius, menegaskan pentingnya menggelar rapat ini untuk menghindari potensi kesalahan.

Sebab, perkara pajak menyangkut pemasukan yang akan digunakan untuk berbagai keperluan negara demi mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Tahun ini, Kamar TUN menargetkan penyelesaian perkara dengan perkiraan nominal 16 hingga 30 triliun rupiah.

Rapat pleno Kamar TUN ditutup oleh Hakim Agung, Yodi Martono Wahyunadi. Dalam sambutannya, Yodi menekankan pentingnya harmonisasi untuk menghindari disparitas antarmajelis.

Yodi berharap rapat pleno dapat mendorong konsistensi dalam putusan Mahkamah Agung sehingga ada kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan dalam proses peradilan.

Kamar Tata Usaha Negara berkomitmen untuk menyelesaikan sejumlah perkara pajak dengan perkiraan 16 hingga 30 triliun rupiah tahun ini.

Kamar TUN berupaya dan telah mendata perkara, pihak-pihak, beserta nominal penyelesaian pajaknya, termasuk perkara yang sudah diputus, agar tidak terjadi disparitas putusan.

Baca Juga Seleksi Calon Pimpinan Peradilan Agama, Fit and Proper Test Resmi Dimulai -MA NEWS di https://www.kompas.tv/nasional/619002/seleksi-calon-pimpinan-peradilan-agama-fit-and-proper-test-resmi-dimulai-ma-news

#mahkamahagung #tatausahanegara #perkarapajak

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/620341/ramar-tata-usaha-negara-bahas-perkara-pajak-targetkan-selesaikan-perkara-pajak-rp16-30-t-ma-news
Transkrip
00:00Intro
00:00Kamar Tata Usaha Negara Makam Agung menggelar rapat pleno khusus
00:16untuk membicarakan teknis hukum perkara pajak.
00:20Ketua Kamar Tata Usaha Negara MA, Julius, menegaskan
00:23pentingnya menggelar rapat ini untuk menghindari potensi kesalahan
00:27sebab perkara pajak menyangkut pemasukan yang akan digunakan
00:31untuk berbagai keperluan negara
00:33untuk mewujudkan tujuan kesejahteraan rakyat Indonesia.
00:38Tahun ini Kamar TUN menargetkan penyelesaian perkara
00:42dengan perkiraan nominal 16 hingga 30 triliun rupiah.
00:48Untuk pleno kamar hari ini kami agak fokus ke masalah perkara pajak
00:54karena ini menjadi pertimbangan dari Kamar TUN dan Makam Agung
01:00ada beberapa perkara pajak
01:03itu yang jumlah nominalnya itu cukup besar
01:07puluhan triliun
01:09jadi kami tidak mau melakukan kesalahan
01:14sebab ini tentu menyangkut pemasukan negara
01:17yang dipergunakan untuk berbagai keperluan
01:21perjalanan negara kita sehari-hari.
01:24Rapat pleno Kamar TUN ditutup oleh Hakim Agung
01:29Yodi Martono Wahyunadi
01:30dalam sambutannya Yodi menekankan
01:33pentingnya harmonisasi
01:35untuk menghindari disparitas antar majelis.
01:39Yodi berharap rapat pleno dapat mendorong konsistensi
01:41dalam putusan Makam Agung
01:43sehingga ada kepastian hukum,
01:45kemanfaatan,
01:46dan keadilan dalam proses peradilan.
01:48Diharapkan dengan adanya rapat pleno ini
01:55ada konsistensi di dalam putusan Makam Agung
01:58sehingga ada kepastian hukum
01:59dan tentu diharapkan ada kemanfaatan
02:02dan keadilan dalam proses peradilannya.
02:07Kamar Tata Usaha Negara berkomitmen
02:10untuk menyelesaikan sejumlah perkara pajak
02:12dengan perkiraan nilai 16 hingga 30 triliun rupiah tahun ini.
02:18Kamar TUN berupaya
02:20dan telah mendata perkara
02:22pihak-pihak beserta nominal penyelesaian pajaknya
02:25termasuk perkara yang sudah diputus
02:27agar tidak terjadi disparitas putusan.
02:48terima kasih.
02:49Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan