CILEGON, KOMPAS.TV - Rusaknya CCTV di rumah mewah tempat anak politisi PKS dianiaya hingga tewas membuat polisi tak langsung dapat menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan ini.
Dari rekaman kamera jurnalis Kompas TV, CCTV di kawasan luar rumah ini terpasang di beberapa sudut rumah, mulai dari pintu masuk, bagian garasi rumah, hingga bagian samping rumah.
Namun, polisi menyebut CCTV di rumah mewah ini rusak sejak dua minggu sebelum peristiwa pembunuhan anak politisi PKS.
Sementara itu, polisi menyebut korban bersama sang kakak saat penganiayaan terjadi.
Sejumlah fakta pemeriksaan saksi telah diungkap polisi, seperti sebelum dianiaya korban sempat menelepon orang tuanya, hingga ditemukan terluka parah pertama kali di rumah oleh saudaranya.
Staf Ahli Kapolri, Hermawan Soelistyo, menyebut untuk mengungkap pembunuhan anak politisi PKS, penyidik harus memeriksa semua orang yang terkait keluarga atau mengetahui rumah tersebut, termasuk empat orang pegawai yang telah dipecat sebelumnya.
Kini, polisi masih mendalami keterangan delapan saksi, termasuk orang tua dan orang dekat korban, untuk mencari pelaku pembunuhan.
Baca Juga Pembunuhan Anak Politisi PKS di Rumah Mewah, Satpam: 2 ART Sudah Pulang Sebelum Kejadian di https://www.kompas.tv/regional/638708/pembunuhan-anak-politisi-pks-di-rumah-mewah-satpam-2-art-sudah-pulang-sebelum-kejadian
#pembunuhan #pks #anakpolitisi #tersangka
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/638709/cctv-rusak-2-minggu-kasus-pembunuhan-anak-politisi-pks-masih-jadi-misteri
00:00Pertanyaan adalah anak dari Dewan Pakar PKS ya, dan bagi kami ini kejahatan serius ya.
00:09Ada CCTV cuma dalam keadaan rusak.
00:14Sudah berapa lama rusak?
00:16Kira-kira 2 minggu sepuluh.
00:21Rusaknya CCTV di rumah mewah tempat anak politisi PKS dianiaya hingga tewas,
00:27membuat polisi tak langsung dapat menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan ini.
00:32Dari rekaman kamera jurnalis Kompas TV, CCTV di kawasan luar rumah ini terpasang di beberapa sudut rumah,
00:41mulai dari pintu masuk, bagian garasi rumah, hingga bagian samping rumah.
00:46Namun polisi menyebut CCTV rusak di rumah mewah ini sejak 2 minggu sebelum peristiwa pembunuhan anak politisi PKS.
00:55Sementara, polisi menyebut korban bersama sang kakak saat penganiayaan terjadi.
01:02Berarti tidak ada CCTV di rumah itu ya?
01:30Ada CCTV cuma dalam keadaan rusak.
01:35Sejumlah fakta pemeriksaan saksi telah diungkap polisi.
01:40Seperti sebelum dianiaya, korban sempat menelpon orang tuanya hingga ditemukan terluka parah pertama kali di rumah oleh saudaranya.
01:49Staf ahli Kapolri Hermawan Sulistio menyebut,
01:52Untuk mengungkap pembunuhan anak politisi PKS, penyidik harus memeriksa semua orang yang terkait keluarga atau mengetahui rumah tersebut,
02:01termasuk 4 orang pegawai yang telah dipecat sebelumnya.
02:04Dalam suatu kejahatan tidak boleh ada orang yang dikecualikan dari sangkaan.
02:12Jadi kalau dugaan itu pembunuhan seperti ini dari pihak keluarganya, dari pihak 4 orang ada yang dipecat oleh bapaknya Almarhum,
02:28Itu semua tidak boleh ada yang dikecualikan dari dugaan sebagai pelaku.
02:37Kini polisi masih mendalami keterangan 8 saksi, termasuk orang tua dan orang dekat korban untuk mencari pelaku pembunuhan.
02:47Tim Liputan Kompas TV
02:48Tiga hari pasca kematian tragis anak politisi PKS di rumah mewah.
02:55Bagaimana proses pilihkan polisi untuk mengungkap pembunuh korban?
02:59Kita terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Eril Wiranata dan judul kamera Jamzari.
03:04Eril, gambarkan kepada kami bagaimana unsur keamanan di rumah itu dan apakah polisi sudah menemukan siapa pelakunya?
03:14Ya sendiri dan saudara, bahwa saat ini saya sudah berada dari depan halaman rumah yang terjadi TKP pembunuhan anak politisi PKS yang berada di Cilgon
03:23dan mungkin dapat ditunjukkan oleh juru kamera Jamz bagaimana situasinya saat ini
03:27yang dimana memang terlihat ini sepi dari depan rumah yang berada di perumahan Bukit Bajas Jahtera 3.
03:34Dan memang kalian lihat ini merupakan pagar masuk yang ini merupakan salah satu pintu masuk untuk menuju ke rumah
03:40dan memang terlihat juga adanya CCTV tidak hanya satu bahkan di dalam ini terlihat ada CCTV yang berada di dekat garasi.
03:47Lalu kemudian juga tepat di atas saya ini ada CCTV yang berada di pintu masuk Sindi.
03:55Yang tepat memang ini jika kita melihat ini merupakan ada lebih dari satu CCTV.
03:59Namun demikian informasi yang kami dapatkan polisi menyebutkan bahwa CCTV ini tidak berfungsi.
04:05Dan selain itu juga bahwa jika kita melihat di dalam rumah tersebut ini terlihat adanya garis polisi yang masih membentang
04:12dan sejak hingga hari ini tidak terlihat adanya aktivitas yang dilakukan di rumah ini.
04:17Dan memang bahwa informasi yang kami dapatkan untuk keamanan di rumah tersebut bahwa dari polisi menyebutkan tidak ada petugas Satpam
04:26tetapi informasi yang kami dapatkan bahwa di lingkungan dari perumahan Bukit Bajas Jahtera ini memiliki Satpam yang bertugas pada saat malam hari.
04:34Dan informasi yang kami dapatkan pun sebelumnya dari warga sekitar bahwa mereka tidak mendengar adanya kecurigaan
04:39terkait dengan anak tersebut saat kejadian karena memang kejadian tersebut diinformasikan bahwa siang hari saat kejadian hujan.
04:47Sindi.
04:49Jurnalis Kompas TV Ari Wiranata dan Jamzari, terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar