Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jurnalisme KompasTV Dipo Nurbahagia menelusuri praktik pengolahan sampah di TPST Bantargebang, yang mengubah limbah menjadi sumber energi melalui PLTSa atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

Plant Manager PLTSa Bantar Gebang, Akhmad Audi Harvan memperlihatkan langsung secara rinci proses pengelolaan sampah mulai dari pemilahan hingga konversi menjadi listrik.

Seberapa besar kontribusi energi ini bagi masyarakat, dan sejauh mana efektivitasnya menjawab krisis sampah perkotaan?

Ia menuturkan sampah dari Jakarta akan dipilih terlebih dahulu. Sampah-sampah yang tidak habis terbakar seperti logam, puing, dan segala macamnya akan dipisah.

Kemudian nantinya akan disimpan di bunker berkapasitas 500 ton. Sampah dari bunker nanti akan dimasukkan ke ruang bakar dengan menggunakan grab crane.

Selengkapnya saksikan dalam Program DIPO INVESTIGASI.

#sampah #tangsel #ciputat

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/640770/melihat-proses-pengolahan-sampah-di-pltsa-bantar-gebang-dipo-investigasi
Transkrip
00:00Karut-Marut tata kelola sampah yang kian darurat kini dapat terlihat dari TPST Bantar Gebang
00:14yang merupakan TPST terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
00:20Kapasitas total TPST Bantar Gebang sebesar 70 juta ton untuk menampung sampah
00:24kini telah terisi 55 juta ton.
00:27Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup memprediksi Bantar Gebang
00:31yang kini tinggal menyisakan 15 juta ton kapasitas tempat penampungan sampah
00:35hanya dapat bertahan hingga 6 tahun ke depan
00:37dengan estimasi sampah yang masuk sekitar 7.000 hingga 7.500 ton per hari.
00:44Timbunan sampah di Bantar Gebang pun bak gunung sampah raksasa
00:47yang memiliki ketinggian mencapai 40 hingga 60 meter
00:51atau setara dengan gedung 16 lantai.
00:57Setelah saya berada di salah satu titik zona aktif pembuangan sampah
01:10di TPST Bantar Gebang, bisa dilihat itu adalah
01:13sejumlah truk sampah yang kemudian akan menaruh sampai di TPST Bantar Gebang
01:17dan di dalam sana adalah proses pembuangan yang mungkin bisa ditunjukkan.
01:23Diretan truk dan ada satu truk yang kemudian akan menurunkan sampahnya
01:28di zona aktif yang kemudian ada di TPST Bantar Gebang.
01:33Bagaimana pengelolaan tumpukan sampah yang kian hari semakin banyak
01:37dan kencang berhembus narasi bahwa Indonesia tidak sedikit kota dan kabupatennya darurat sampah.
01:43Saya akan tanyakan secara langsung kepada Pak Stio Margono,
01:47Kepala Satuan Pelaksana Pemprosesan Akhir TPST Bantar Gebang.
01:51Pak Stio, terima kasih.
01:52Terima kasih.
01:52Untuk waktunya, Pak.
01:53Pak, kita lihat itu ada ekskavator, Pak.
01:56Sejumlah alat berat yang kemudian nampak mengeruk
01:59tumpukan sampah di TPST Bantar Gebang.
02:01Proses pengelolaan di sini seperti apa sebenarnya, Pak?
02:04Baik, Mas.
02:05Ijin.
02:05Jadi kalau kami di Pemprosesan Akhir Sampah,
02:08posisinya adalah kami bagaimana membuat
02:10pembuangan ini bisa berjalan dengan lancar.
02:13Contohnya apa?
02:14Ini kita jadikan sebagai yang namanya titik buang.
02:17Titik buang.
02:17Kita sebut sebagai titik buang.
02:19Ini adalah titik buang aktif.
02:20Sehingga mobil yang armada sudah datang ke TPST Bantar Gebang,
02:23kita akan bagi di beberapa zona landfill.
02:26Kita ada di zona 4, zona 1C, zona 2, zona 5, dan zona 6.
02:30Di zona 6 ini, kita mengarahkan jenis mobil besar
02:36untuk buang ke sini.
02:37Oh, ini antrean masih ada sampahnya ya, Pak?
02:40Betul, ini antrean masih ada sampahnya.
02:41Kemudian nanti sebelum masuk ke titik unloading sampah,
02:46terpal jaring ini akan dibuka.
02:48Oke, terpal akan dibuka.
02:49Lalu kemudian digulung ke depan,
02:51lalu kemudian mereka akan melakukan dumping.
02:53Dumping sampah.
02:55Nah, dumping sampah di titik pertama itu
02:57adalah titik unloading wheel loader.
02:59Yang jadi pertanyaan di publik saat ini adalah
03:01jumlah, Pak?
03:03Jumlah dari kapasitas sampah per hari
03:05untuk di Bantar Gebang sendiri yang masuk seberapa banyak?
03:07Ya, baik.
03:08Jadi kalau untuk saat ini,
03:09jumlah sampah yang masuk di rata-rata per harinya
03:11di Bantar Gebang itu
03:12sebanyak 7.500 ton per hari.
03:157.500 ton per hari?
03:177.500 ton per hari ini
03:19terbawa dari 5 wilayah kota
03:21termasuk ke Pulau Seribu
03:22di pesisirnya.
03:24Dengan jumlah haritasnya sebanyak
03:251.300 armada
03:26truk ke Bantar Gebang
03:29dengan 24 jam waktu mereka masuk ke Bantar Gebang.
03:33Kalau kita lihat, Pak,
03:34bahwa saya tadi sempat mengambil gambar drone juga.
03:37Begitu luas
03:38lahan yang kemudian ada di Bantar Gebang
03:40tetapi ada narasi yang kemudian juga cukup mengkhawatirkan.
03:43Apakah betul bahwa dalam 6 tahun
03:45Bantar Gebang ini sudah tidak dapat lagi
03:47menampung sampah di ibu kota?
03:49Ini menjadi bagian dari PR kami.
03:51Tentang kami bagaimana kita mengolah
03:53gunungan sampah ini.
03:55Luasan kami seperti ini.
03:57Tidak bertambah.
03:58Yang bertambah adalah volume sampah yang memang dari dulu.
04:01Yang kami minta adalah
04:01tingkat kesedaran masyarakat Jakarta itu
04:03untuk buang sampah itu lebih bisa dipilah.
04:06Karena memang apa?
04:07Bantar Gebang kita sudah seperti ini.
04:09Artinya dalam beberapa tahun ke depan, mohon maaf,
04:11apakah bisa dikatakan Bantar Gebang ini
04:13sudah penuh dan tidak bisa menampung sampah di Bokot?
04:16Jumlah sampah yang saat ini 7.500 ton per hari,
04:19kita sudah bisa maksur untuk
04:211.000 tonnya masuk ke sini.
04:241.000 ton masuk ke RDR?
04:251.000 ton masuk ke RDR Plan Bantar Gebang.
04:26Oke.
04:27100 tonnya sudah masuk ke PRTSA Merah Putih.
04:30Saat ini kita sedang memaksimalkan
04:32komisioning untuk pemantapan operasional
04:34RDR Plan Prorotan, Jakarta.
04:36sebanyak 2.500 ton.
04:38Harapannya adalah
04:391.3 sampah yang masuk ke TPSI Bantar Gebang
04:42nanti akan berkurang di Jakarta.
04:441.3 itu dikurangi dengan 1.100 ton
04:47yang berada di PLTSA.
04:50Kurang lebih hampir 2.500 ton itu
04:51yang mungkin nanti kita bisa
04:52PR kami bagaimana 2.500 ton ini
04:55bisa dikurangi juga di Hulu atau Jakarta.
04:58Terus saya berada di area
05:08pembangkit listrik tenaga sampah.
05:12Bantar Gebang saya akan tunjukkan
05:13ini adalah satu alat besar
05:16yang kemudian digunakan untuk
05:18mengangkut sampah
05:19yang ada di Bantar Gebang
05:21kemudian nanti akan diolah
05:24menjadi sumber tenaga listrik.
05:27Bagaimana kemudian mekanismenya?
05:29Saya akan langsung tanyakan
05:30kepada klien manajer PLTSA
05:33Bantar Gebang dengan
05:33Mas Audi.
05:35Mas Audi,
05:36izin Mas, Dipo Kompas TV.
05:37Ini proses dari pengolahan sampah
05:41menjadi tenaga listrik seperti apa, Mas?
05:43Oke, jadi kalau untuk sampah
05:45dari kita di PLTSA,
05:47sampah dari kota Jakarta
05:49akan dipilah terlebih dahulu
05:52untuk dipilah sampah-sampah
05:53yang tidak habis terbakar
05:54seperti logam,
05:56uing, dan segala macamnya
05:57baru nanti akan disimpan
05:59di bunker kita ini.
06:01Oh, di bunker ya namanya?
06:01Namanya bunker untuk
06:03kurang lebih
06:043-5 hari penyimpanan.
06:08Untuk kapasitas bunker kita sendiri
06:09ini kapasitas 500 ton.
06:11500 ton?
06:12Iya.
06:13Lalu untuk sampahnya sendiri
06:15dari bunker nanti akan
06:17dimasukkan ke ruang bakar kita
06:19dengan menggunakan
06:20grab crane.
06:22Ini alat-alat ini ya?
06:23Iya.
06:23Betul.
06:24Yang setelah itu ditaruh di sebelah sana?
06:26Akan dimasukkan ke hopper kita
06:28yang di sebelah sana.
06:29Oke, boleh di teman-teman?
06:31Oke.
06:31Pak, minta tolong
06:33proses feeding ke hopper
06:35dikit aja Pak.
06:37Tadi akan diangkut
06:39dari bunker
06:40ke sebelah.
06:42Nanti sampah akan diangkat
06:44dengan grab crane
06:45akan dimasukkan ke unit
06:46di sebelah sini.
06:48Kita akan coba ke atas.
06:51Iya.
06:52Lalu dari sampah yang
06:54sudah dimasukkan
06:56akan dibakar
06:58di ruang bakar kita
06:59di sebelah sini.
07:00Oh, ini ruang bakarnya?
07:00Iya, betul.
07:02Lalu di dalam ruang bakar
07:04ini sendiri
07:04ada pipa-pipa boiler
07:06untuk menguapkan air.
07:09Nanti lalu dari
07:10air yang sudah diuapkan
07:12di unit boiler ini
07:13akan ditransfer
07:15dari pempipaan kita ini
07:17ke unit
07:18steam turbine generator.
07:20Mungkin untuk
07:20steam turbine generator
07:21kita bisa lihat
07:22ke dalam.
07:22Oke, kita akan coba
07:24masuk lebih
07:25ke dalam.
07:27lalu uapnya akan kita
07:31masukkan ke steam turbine ini
07:33dan steam turbine-nya
07:34digerakkan dari uap
07:36lalu untuk menghasilkan
07:37listrik untuk
07:38keperluan
07:39operasional PLTSA.
07:41Dan uapnya sendiri
07:42lalu di
07:43embunkan
07:44di kondenser kita
07:46dan akan sirkulasi lagi
07:47ke boiler.
07:47Jadi sistemnya looping
07:49seperti itu.
07:50Untuk sumber listrik
07:51di Bandar Kebang saja
07:52atau mungkin bisa digunakan
07:53yang lain?
07:53Kalau karena kita
07:55plan ini termasuk
07:56pilot project
07:57jadi memang
07:58untuk kebetulan listrik
07:59hanya untuk
08:00area unit
08:01PLTSA ini sendiri
08:02dan juga untuk
08:04penerangan di sekitar
08:05PLTSA.
08:09Oke, ini bisa lihat ya
08:10perumahan warga.
08:11Ini juga rumah warga.
08:13Kita bisa tunjukkan
08:14pemandangannya langsung
08:15TPST
08:16Bandar Kebang.
08:18Posisi sekarang
08:19itu mengalami
08:21kedaruratan sampah.
08:23Sampai jumpa di video selanjutnya.
08:25Sampai jumpa di video selanjutnya.
08:27Sampai jumpa di video selanjutnya.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan